Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Muharram adalah bulannya Allah yang di dalamnya tepat menjadi hari bertaubat umat Islam atas dosa-dosa yang terdahulu”. (HR. Imam Nasai)

  1. Puasa di Hari yang Dicintai Rasulullah

Keutamaan puasa Tasua dan Asyura berikutnya sebagai bentuk menghargai hari yang dicintai oleh Nabi SAW, serta meneladani beliau. Hal ini sesuai dengan keutamaan puasa Asyura yang disampaikan oleh Ibnu Abbas:

“Saya tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa pada suatu hari karena ingin mengejar keutamaannya selain hari ini (‘Asyura) dan tidak pada suatu bulan selain bulan ini (maksudnya: bulan Ramadhan).” (HR. Al-Bukhari)

  1. Imbalan Berupa Dihapuskan Dosa Tahun Lalu

Keutamaan puasa Tasua dan Asyura selanjutnya akan mendapatkan imbalan penghapusan dosa pada satu tahun yang lalu. Allah SWT masih memberi kesempatan pada hamba-Nya untuk bertaubat melalui ibadah puasa.

BACA JUGA :  PB Porprov Kota Bogor Matangkan SOP Pembagian Tugas Tiap Bidang

Diungkapkan oleh Abi Qatadah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ditanya tentang puasa Asyura kemudian beliau menjawab, “menebus dosa satu tahun sebelumnya.” (HR.Muslim)

  1. Bagaikan Ibadah 700 Tahun

Dikutip dari NU online, puasa di bulan Muharram salah satunya dengan niat Tasua dan Asyura, sudah memberikan pahala berlipat ganda. Imam Ghazali menjelaskan dalam Kitab Ihya’ Ulumiddin:

“Barangsiapa berpuasa tiga hari di bulan mulia (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Rajab dan Muharram) di hari Kamis, Jumat dan Sabtu, maka Allah akan mencatat baginya ibadah 700 tahun”.

Bacaan Niat Puasa Tasua

Saat membaca niat di dalam hati seseorang menyatakan maksudnya, dalam hal ini berpuasa (qashad). Di samping itu, diperbolehkan juga jika dilafalkan dengan mulut.

Menurut mazhab Syafi’i, orang yang di pagi hari ingin mengamalkan sunah puasa Asyura diperbolehkan berniat sejak ia berkehendak puasa sunah. Karena kewajiban melafalkan niat di malam hari, berlaku untuk puasa wajib.

BACA JUGA :  Beasiswa AGRTPS 2026 Resmi Dibuka, Mahasiswa Indonesia Berkesempatan Kuliah Riset di Australia dengan Pendanaan Penuh

Berikut ini contoh lafal niat puasa Tasu’a.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatit Tasu’a lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Tasu’a esok hari karena Allah SWT.”

Berikut ini contoh lafal bacaan niat puasa Tasua atau Asyura di siang hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء أو عَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i sunnatit Tasu’a awil asyura lillahi ta’ala

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Tasu’a atau Asyura hari ini karena Allah SWT.”

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================