
Saudara F yang tidak terima mendapat rangkulan itu karena tidak mengenali E, akhirnya cekcok hingga berujung perkelahian massa di antara kedua kubu.
Bupati Garut Rudy Gunawan menyayangkan kejadian itu. Menurutnya, hal itu tidak mesti terjadi, jika kedua kubu menahan diri, terlebih saat pesta perayaan Kemerdekaan RI.
“Semoga tidak terulang lagi kejadian seperti itu,” katanya.
Kejadian itu akhirnya reda setelah petugas gabungan TNI-Polri tiba di lokasi kejadian untuk meredakan situasi.
“Kami tidak akan menempuh jalur hukum, kami mohon maaf kepada masyarakat dan netizen yang menonton video viral ricuh untuk menghapus video tersebut,” ungkap Edi Tito. –(Net).
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















