Di lokasi yang sama, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor, Ana Ismawati mengatakan dengan kegiatan tersebut tentunya DP3A Kota Bogor mengapresiasi Rumah Kedua yang ahli terhadap persoalan anak dan perempuan. Kata Ana, apa yang dilakukan Yayasan Rumah Kedua adalah suatu bentuk perlindungan khusus bagi anak-anak penyandang disabilitas.

Terutama, sambung Ana Rumah Kedua memberikan kesempatan bagi orangtua anak untuk mendapatkan layanan kesehatan, tetapi juga memfasilitasi kebutuhannya untuk bersosialisasi dan berekreasi.

BACA JUGA :  Harga Honda CRF250 Series Naik, CRF250 Rally Kini Hampir Tembus Rp 100 Juta

“Ini saya rasa perlu terus dikembangkan karena tidak saja untuk anaknya, tetapi juga untuk orangtua, dimana sebagai pelaku rawat harus terus menjaga kesehatan mentalnya, dan mengedukasi pengasuhan anak disabilitas, ini perlu kita dorong,” paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Kota Bogor, Tini Sri Agustini turut mendukung kegiatan Rumah Kedua itu. Sebab, menurut Tini anak difabel itu merupakan tugas dan tanggung jawab pemerintah. Maka pemerintah harus hadir manakala menghadapi masyarakat ataupun warganya yang memiliki kelainan fisik (disabilitas), karena anak ini merupakan titipan Allah, sehingga semua hak anak penyandang disabilitas maupun tidak itu harus terpenuhi. Apalagi Kota Bogor ingin menjaga keberhasilannya mewujudkan kota layak anak.

BACA JUGA :  HARUSNYA ORANG INDONESIA PERILAKUNYA SESUAI DENGAN SILA-SILA YANG ADA DI PANCASILA

“Apalagi disabilitas ini bukan saja merupakan tugas tanggung jawab sebagian orang, tidak hanya orang tuanya saja, tapi tanggung jawab pemerintah harus hadir. Mudah-mudahan dapat meringankan beban orangtua juga keluarganya,” tukasnya. (Aditya)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================