
Hasil penelitian menyebut senyawa asam karbonat rosemary memainkan peran untuk melindungi mata dari risiko penyakit degenerasi makula akibat pertambahan usia.
- Antiinflamasi
Kadar antioksidan dalam rosemary terbilang cukup tinggi sehingga efektif sebagai agen antiinflamasi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengontrol sirkulasi darah.
Studi hasil laboratorium menunjukkan, rosemary yang kaya antioksidan mampu memainkan peran penting dalam menetralkan partikel berbahaya atau radikal bebas pada tubuh.
- Meningkatkan daya ingat
Seiring bertambahnya usia, kemampuan daya ingat dan memori otak seseorang akan cenderung menurun sehingga tidak dapat bekerja secara maksimal.
Menurut penelitian Therapeutic Advances in Psychopharmacology, menghirup aroma rosemary sekitar 20 menit dapat meningkatkan konsentrasi, kinerja kognitif, dan memperbaiki suasana hati.
- Menjaga fungsi otak
Tanaman rosemary banyak dimanfaatkan untuk keperluan membuat minyak esensial. Dari hasil penelitian, minyak rosemary ini mampu meningkatkan kinerja kognitif secara signifikan.
Efek terapeutik pemakaian minyak rosemary berfungsi dalam mencegah penyakit alzheimer yaitu penurunan daya ingat.
- Berpotensi sebagai antikanker
Berdasarkan penelitian yang diterbitkan Oncology Reports, ekstrak etanol daun rosemary bisa memperlambat penyebaran sel kanker leukemia dan karsinoma payudara pada manusia.
Sementara studi lain dari Bioscience Biotechnology and Biochemistry melaporkan bahwa tanaman rosemary memiliki potensi sebagai agen antiinflamasi serta menekan perkembangan tumor di beberapa organ.
Manfaat tanaman rosemary bagi kesehatan tubuh memang banyak. Tapi, konsumsi rosemary ini tetap harus dibatasi untuk menghindari efek samping seperti muntah hingga kejang.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















