
BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Sukseskan pesta demokrasi 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor memperkuat sinergitas dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Ketua KPU Kabupaten Bogor, Ummi Wahyuni menyebutkan bahwa terdapat dua momentum besar Pemilu serentak nanti di dalam satu tahun itu, ada tahapan yang beririsan dan itu menjadi sebuah pekerjaan berat apabila kita tidak didukung oleh semua stakeholder yang ada di Kabupaten Bogor.
Berdasarkan catatan Pemilu tahun 2019, kata Ummi ada 43 persen pemilih di Kabupaten Bogor berasal dari pemilih milenial, untuk itu KPU Kabupaten Bogor telah menyiapkan juga salah satu inovasi dengan nama BETTER (Bogor Electoral Technology & Research) yang secara harfiah berarti riset dan teknologi Pemilu Kabupaten Bogor.
Dimana pemilih pemula juga bisa melakukan akses tanpa harus datang ke KPU. Selain itu, banyak juga inovasi lainnya dengan menggandeng semua pihak terutama elemen-elemen yang berpengaruh di Kabupaten Bogor.

Menurutnya dengan jumlah penduduk sangat besar di 40 kecamatan dan 435 desa/kelurahan, pada Pemilu 2019 Kabupaten Bogor menjadi daerah dengan jumlah pemilih terbesar, dengan jumlah 15.000 Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 3,462 juta jiwa. Berdasarkan PKPU Nomor 3 Tahun 2022, KPU Kabupaten Bogor saat ini sedang melakukan tahapan pendaftaran verifikasi dan penetapan partai politik.
“Di Kabupaten Bogor, kemarin kami sudah berlari dalam berbagai persiapan, karena memang persiapan kita harus jauh lebih karena beban pekerjaan kita mungkin sedikit lebih banyak dibandingkan dengan kabupaten/kota yang lain,” papar Ummi saat berdialog di Radio Tegar Beriman (Teman) belum lama ini.
Ummi menyebutkan, KPU Kabupaten Bogor menggandeng semua pihak terutama elemen-elemen yang berpengaruh di Kabupaten Bogor, dari para pemuka agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, pemuda, perguruan tinggi dan lain sebagainya, yang pada akhirnya pelaksanaan di 2024 nanti semuanya dapat berjalan dengan baik.

“Teman-teman dari Bawaslu adalah bagian dari penyelenggara, sehingga sukses tidaknya penyelenggaraan tahapan Pemilu, dan pemilihan itu juga tergantung dengan teman-teman. Bahkan ini merupakan bagian dukungan sistem dari penyelenggaraan Pemilu itu sendiri. Saya mengajak semua masyarakat Kabupaten Bogor untuk menggunakan hak pilihnya pada waktunya nanti, termasuk ikut aktif dan berpartisipasi dalam penyelenggara persiapan tahun ini,” sebut Ummi.
Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum Data dan Informasi Bawaslu Kabupaten Bogor, Naotalia Apapyo mengungkapkan bahwa saat ini dirinya fokus pada pencegahan, pengawasan, dan penindakan pelanggaran Pemilu.
Bawaslu sendiri bekerja sesuai dengan regulasi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, Perbawaslu tanggal 13 Maret 2018 dan SE Bawaslu nomor 19 tahun 2022 untuk pengawasan verifikasi administrasi yang sedang berjalan.
“Fokus kami yakni pencegahan, pengawasan dan penindakan pelanggaran Pemilu, termasuk sosialisasi yang terus berjalan, mengawasi tahapan Pemilu yang dilakukan oleh KPU itu juga tugas dan fungsi Bawaslu”, ungkap Naotalia di lokasi yang sama.
Naotalia menegaskan, hingga saat ini belum ada perekrutan Panitia Pengawas Pemilu di tingkat kecamatan. Oleh sebab itu, ia mengimbau sahabat Bawaslu untuk mengikuti media sosial Bawaslu Kabupaten Bogor, mulai dari Instagram, Twitter, Facebook dan YouTube untuk mendapatkan informasi terupdate dari Bawaslu Kabupaten Bogor.
Nao, sapaan akrabnya berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam pengawasan yang partisipatif dalam tahapan dan penyelenggaraan pemilu 2024.
“Ini bukannya pesta penyelenggara saja, bukan pestanya KPU dan Bawaslu, tapi ini pesertanya seluruh warga Indonesia karena pesta harus meriah. Tidak hanya kita bicara kuantitas, tapi sebagai pemilih bukan hanya mencoblos pada saat hari H atau memberikan hak konstitusinya saja, tapi juga ikut mengawasi pada saat pelaksanaan hari H tersebut,” imbau Nao.
Nao melanjutkan, peran serta aktif dari masyarakat juga akan muncul pengawasan partisipatif yang harus dilakukan oleh sahabat Bawaslu bahkan masyarakat Indonesia, sehingga, pesta demokrasi betul-betul berintegritas dan berkualitas.
Untuk diketahui, Pemerintah telah menjadwal pelaksanaan Pemilu dan Pilkada serentak pada tahun 2024, dimana Pemilu diselenggarakan pada tanggal 14 Februari dan Pilkada serentak pada tanggal 27 November 2024. (*)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















