Selan itu gunakan juga kacamata pelindung. Karena Carolina Reaper sangat menyengat. Moms juga perlu berhati-hati saat mengonsumsinya, karena paprika dapat menyebabkan reaksi visceral di dalam tubuh.

cabai terpedas di dunia

Paprika akan bertahan 1-2 minggu jika dibungkus dengan plastik dan disimpan utuh dan tidak dicuci di lemari es.

Fakta Carolina Reaper

Umumnya, Carolina Reaper berwarna merah menyala dan mengkilap, dengan ukuran kecil dan permukaan kulit yang bergelombang. Namun, bentuknya bisa bervariasi tergantung pada tanah dan iklim tempat mereka tumbuh.

Yang paling sering ditemukan adalah Carolina Reaper yang bentuknya gemuk dan pendek. Diameter rata-ratanya sekitar lima centimeter dengan panjang seukuran dua buku jari orang dewasa.

Selain itu, bagian ekornya kecil dan melengkung seperti ekor kalajengking. Tekstur dagingnya renyah dan berair dengan beberapa biji berbentuk bulat dengan warna krem.

Rasanya pedas dan meninggalkan panas yang kuat di lidah dan tenggorokan. Meski begitu, Carolina Reaper memiliki sentuhan rasa manis seperti kayu manis dan cokelat.

BACA JUGA :  Peringati HUT Bhayangkara, Jaro Ade Ziarah ke Taman Makam Pahlawan Cikeas

Biasanya, Carolina Reaper muncul pada pertengahan musim panas hingga musim gugur. Hampir sama dengan kebanyakan cabai di dunia, Carolina Reaper juga mengandung nilai gizi yang cukup baik untuk kesehatan.

Diketahui, Carolina Reaper merupakan antioksidan yang dapat melindungi sistem kekebalan tubuh. Kandungan vitamin C dari Carolina Reaper juga sangat banyak.

Carolina Reaper juga mengandung senyawa kimia yang dikenal sebagai capsaicin dalam jumlah yang sangat tinggi, yang memicu reseptor rasa sakit di tubuh kita untuk merasakan sensasi terbakar.

Capsaicin telah terbukti memiliki sifat anti-inflamasi dan menyebabkan tubuh melepaskan endorfin untuk melawan rasa sakit yang dirasakan.

Sampai saat ini belum ada cabai jenis lain yang secara resmi terdaftar di Guinness sebagai cabai yang lebih pedas dari Carolina Reaper.

Namun beberapa jenis cabai diklaim lebih pedas dari Carolina Reaper. Salah satunya cabai Dragon’s Breath yang diklaim memiliki tingkat kepedasan mencapai 2.483.584 SHU.

Selain itu, cabai lain bernama Pepper X, yang juga dibudidayakan oleh Ed Currie dilaporkan memiliki tingkat kepedasan mencapai 3,18 Juta SHU, lebih pedas dari Carolina Reaper.

BACA JUGA :  Angkot Usia di Atas 20 Tahun Dilarang Mengaspal

Bahaya Carolina Reaper

Lidah terbakar, mata berair, dan berkeringat adalah sensasi ketika menikmati makanan pedas. Akan tetapi, jika berlebihan, maka dampak dari cabai pedas manapun akan mempengaruhi perut.

Tidak jarang setelah makan pedas, perut akan terasa panas. Bagaimana dengan Carolina Reaper yang dinyatakan sebagai cabai terpedas di dunia?

Tentu saja, makan Carolina Reaper atau cabai super pedas lainnya tidak akan membunuh. Namun, ada kemungkinan akan overdosis pada capsaicin, senyawa kimia yang membuat cabai menjadi panas.

Namun untuk merasakan sensasi overdosis capsaicin, Anda perlu memakan sekitar satu kilogram cabai Carolina Reaper. Selain itu tedapat juga laporan tentang orang-orang yang berakhir di rumah sakit dalam situasi ekstrem setelah memakan Carolina Reaper, terutama mereka yang memiliki kondisi medis sebelumnya. (*)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================