
BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – 589 jiwa dari 177 KK di Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor terancam pergerakan tanah.
“Untuk yang terdampak 20 KK atau 75 jiwa itu di kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang yang terancam totalnya 177 KK atau 589 jiwa,” ujar Kasi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, M. Adam saat dihubungi via pesan singkat WhatsApp, Kamis (15/9/2022).
Selanjutnya, kata Adam assessment yang dilakukan BPBD adalah evakuasi warga. Setelah itu, melakukan assessment kaji cepat secara keseluruhan untuk memperkirakan kerusakan, seperti bangunan, jalan, termasuk kebutuhan warga.
Adam mengungkapkan, penyebab terjadinya pergerakan tanah di lokasi disebabkan hujan dengan intensitas lebat sejak tiga hari kebelakang, sehingga struktur tanah juga rawan pergeseran tanah karena.
“Menurut ahli geologi kawasan Babakan Madang tercatat zona merah atau zona rawan bencana,” tegasnya.
Hingga berita ini ditulis, Adam menyebut tidak ada korban jiwa akibat peristiwa itu. Sebab, sebelum pergeseran tanah BPBD sudah melakukan monitoring, sehingga pada saat kejadian pergeseran tanah pada Rabu (14/9/2022) warga sudah waspada.
Terkait bantuan, Adam akan segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan dari Baznas Kabupaten Bogor.
“Hingga saat ini, BPBD terus memonitoring selama 1×24 jam dengan mengerahkan 15 personil anggota BPBD,” tukas Adam.
Dikabarkan sebelumnya, peristiwa pergerakan tanah menerjang Kampung Curug RW 09 dan RW 15 Desa Bojong Koneng Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor. Akibatnya, empat rumah dan Jalan Desa Kampung Curug retak sepanjang kurang lebih 200 meter.
Berdasarkan keterangan yang diterima bogor-today.com, Kamis (15/9/2022), peristiwa tersebut terjadi dipicu oleh intensitas curah hujan yang tinggi mengguyur wilayah Desa Bojong Koneng dan mengakibatkan beberapa rumah serta jalan rusak berat hingga memutus akses jalan warga.
Sementara, Kabid Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Aris Nurjatmiko menyebut berdasarkan hasil kaji cepat terdapat 18 unit rumah mengalami kerusakan.
“Jumlah itu diisi oleh 20 kepala keluarga (KK) dengan 75 jiwa. Lima KK di antaranya mengungsi di pengungsian Villa Roso, RT 002/ 009,” kata Aris dalam keterangan tertulisnya.
Tak hanya itu, sejumlah fasilitas umum seperti, akses jalan, mushola, dan villa turut terdampak pergerakan tanah. Untuk menghindari hal yang tidak dinginkan, kata Aris sementara PLN memadamkan aliran listrik.
Saat ini, kata dia, sebagian warga sudah mengungsi ke tempat saudara dan di tempat pengungsian. Lantaran akses jalan sudah tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda dua dan roda empat.
Berdasarkan analisa, Aris mengatakan, tim rescue cepat (TRC) bergantian memonitor lokasi pergerakan tanah. Lantaran struktur tanah yang mengalami pergerakan masih labil. (B. Supriyadi)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















