
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Bogor, Teofilo Patrocinio Freitas menyebutkan, sosialisasi dan edukasi dilakukan kepada warga untuk mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrim.
“Jadi langkah Pemkot untuk antisipasi adalah memberikan imbauan kepada masyarakat agar menjaga lingkungan dan mengantisipasi potensi bencana dengan melakukan kerja bakti dan menjaga lokasi masing-masing. Jika kondisi hujan maka masyarakat yang berada di wilayah rawan agar waspada dan melakukan evakuasi menuju tempat yang aman,” ujarnya.
Hingga Rabu (12/10/2022) kata Teo, dari hasil asesmen laporan yang masuk ada 20 peristiwa bencana alam tanah longsor, banjir lintasan, banjir, puting beliung dan pohon tumbang.
Saat ini petugas BPBD bersama petugas gabungan sedang melakukan upaya penanganan tanggap darurat di lokasi bencana.
Sementara itu, untuk korban bencana alam ada dua korban luka berat dan satu orang meninggal dunia di lokasi longsor di Jalan Kepatihan, Kecamatan Bogor Tengah dan satu orang pengendara motor terseret arus di Jalan Dadali. (B. Supriyadi)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















