Maraknya kasus pencabulan
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto. Foto : Istimewa.

BOGOR-TODAY.COM, BOGORMaraknya kasus pencabulan anak belakang ini menjadi sorotan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bogor Rudy Susmanto.

Belum beranjak satu minggu sudah ada dua kasus pencabulan anak yang terjadi di diwilayah Bumi Tegar Beriman tersebut diantaranya. Unit PPA Sat Reskrim Polres Bogor menangkap pelaku pencabulan anak di kebun sawit wilayah Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor

Dan belum lama ini juga, Satreskrim Polres Bogor mengamankan warga Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor memperkosa tetangganya sendiri yang masih di bawah umur.

“Jadi kalau memang terjadi hal-hal tersebut secara rutin, kita evaluasi sistem pendidikan kita. Apakah sistem pendidikan agamanya di sekolah-sekolah tersebut masih kurang atau mungkin sistem pendidikan moralnya yang kurang,” kata Rudy kepada bogor-today.com , Jumat (14/10/2022).

BACA JUGA :  Veda Ega Start dari Posisi ke-13 di Moto3 Italia 2026, Optimistis Raih Hasil Maksimal

Dalam mengantisipasi kasus pencabulan bukan hanya sekolah saja yang mempunyai peranan penting, tetapi keluarga juga memiliki peranan dalam mendidik putra putrinya.

“Sangat penting pendidikan karakter anak disekolah serta pengawasan dari orang tua anak itu sendiri,” ujarnya.

Rudy meminta sistem pendidikan di Kabupaten Bogor harus mampu mengikuti era globalisasi bukan hanya sekedar akademis tetapi secara akhlak dan moral harus dibangun dari dini.

“Kita siapkan putra putri kita penerus bangsa memiliki sumber manusia yang baik, memiliki akhlak baik tentunya sistem pendidikan kita pun harus memumpuni apalagi saat ini masuk dalam era globalisasi, era digitalisasi betul-betul harus ada sistem pendidikan,”lanjutnya

BACA JUGA :  Kejagung Geledah Kantor BGN, Pemerintah Minta Publik Hormati Proses Hukum

Dunia pendidikan dalam waktu dua tahun kebelakang mengalami dampak pandemi Covid-19, dengan tidak adanya pembelajaran tatap muka berdampak pada pembentukan karakter yang kurang baik.

“Siswa-siswi anak didik kita tidak melakukan secara tatap muka nah ini karakternya tidak terbangun. Kita kehilangan dua tahun berarti harus ada sebuah sistem yang baru bagaimana kita mengejar ketertinggalan dua tahun belakang,” ucapnya.

Politisi partai Gerindra itu menyarankan agar fasilitas dari Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bogor untuk ditingkatkan dan dimaksimalkan.

“Memang fasilitas dari KPAD sendiri masih minim, di 2023 juga harus dimaksimalkan. Apalagi kita Kabupaten Bogor posisinya cibinong merupakan penyanggah Ibu Kota. Lokasi kita sangat dekat dengan ibu kota,”pungkasnya (Fadilah)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================