Produksi Beras di Bogor Menipis, Ini yang dilakukan DKP

BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Hasil produksi beras di Kabupaten Bogor hanya mampu dikonsumsi 56 persen dari jumlah penduduk yang sekitar 6 juta jiwa.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Bogor, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor, Sigit Wibowo menyebut hal itu membuat pihaknya mengandalkan kiriman beras dari beberapa daerah seperti, Karawang dan Cianjur.

“Kita punya stok beras yang bekerja sama dengan Bulog hanya 400 ton dari jumlah ideal yang seharusnya sebanyak 1500 ton,” kata Sigit kepada wartawan, Jumat (21/10/2022).

BACA JUGA :  Gejala Stroke Tersembunyi pada Usia Muda: Pakar Ungkap Tanda yang Sering Diabaikan

Untuk mengantisipasi kekurangan stok beras, DKP Bogor menyalurkan anggaran Rp. 4 miliar untuk empat desa yang berada di empat kecamatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Anggaran itu harus dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas beras seperti pembelian lantai jemur padi, alat penggilingan, gudang penyimpanan serta teknologi alat pengering gabah (dryer).

“Masing-masing Rp. 1 miliar per desa, dan ini sudah berjalan sejak 2021 lalu, program ini intinya untuk peningkatan kualitas beras di Kabupaten Bogor,” terangnya.

BACA JUGA :  Body Butter vs Body Lotion: Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Cocok untuk Kulit?

Menurut, Sigit hal itu sudah dilaksanakan di empat kecamatan dan saat ini sedang berlangsung, diantaranya, tiga kecamatan Bogor Timur, satu kecamatan di Bogor Barat.

“Untuk di wilayah Bogor Timur, disalurkan ke desa di Kecamatan Jonggol, Cariu dan Tanjungsari. Sedangkan di wilayah Bogor Barat disalurkan di Kecamatan Cibungbulang.(Fadilah)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================