
Tak ayal, pihaknya akan terus rutin menggelar rakor sekaligus memonitor inflasi dan keuangan Indonesia dan daerah. Karena tentunya Indonesia tidak ingin mengalami keadaan seperti di negara lain. Saat ini inflasi Indonesia di angka 5,95 persen naik dari bulan sebelumnya meski angka ini relatif landai dibanding negara lain.
“Salah satu penyebab inflasi kita masih landai, karena kita punya sumber daya alam yang kaya dan pembangunan yang merata dengan dana desa. Jadi di pedesaan relatif belum terdampak. Hal yang paling utama yakni kerja sama kita yaitu gerakan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah secara serempak menangani ini agar tidak terjadi krisis,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat bersama dinas pangan di 514 kabupaten/kota dan 34 dinas pangan provinsi secara daring dan luring.
Di rapat ini BPN memerintahkan dinas pangan provinsi melakukan beberapa langkah, diantaranya menyiapkan pelaksanaan gerakan pangan murah atau operasi pasar secara berkesinambungan, baik di daerah yang harganya sudah tinggi maupun di daerah kuning yang harganya sedikit lebih tinggi dari harga yang ditetapkan.
“Kami minta operasi pasar bisa dilaksanakan di dua bulan ini agar saat natal harga tidak naik. Kami juga minta agar pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, kota dan desa untuk menyiapkan cadangan pangan. Perda tentang cadangan pangan harus segera dituntaskan dan di isi cadangan pangan apa saja sesuai dengan kondisi dan keadaan masing-masing,” katanya.(*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















