Ratusan bencana yang terjadi pada Oktober juga mengakibatkan 117 rumah rusak, 11 tembok penahan tanah (TPT) ambruk, dan 34 rumah lainnya terendam banjir. Dari total bencana yang terjadi, tercatat sebanyak 501 orang terdampak dan sebagiannya direlokasi pascakejadian.

Theofilo mengatakan, berdasarkan prediksi BMKG, cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga Maret atau April 2023. Cuaca ekstrem berpotensi mengakibatkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir. Bencana banjir, tanah longsor, serta angin kencang masih berpotensi terjadi selama cuaca ekstrem.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Kota Bogor Jadi Khotib Idul Adha 1447 H, Ajak Jamaah Teladani Nabi Ibrahim AS

“Terkait cuaca ekstrem yang diprediksi BMKG terjadi sampai Maret tahun depan, harapan kita masyarakat untuk waspada, harus hati-hati, terutama untuk rumah-rumah di bantaran kali dan rumah di daerah dengan kondisi kemiringan atau berada di tebingan, agar jangan apatis,” kata Theofilo.

Dia mengimbau agar warga tetap waspada dan berinisiatif melakukan cara mandiri sebagai antisipasi dampak cuaca ekstrem. Caranya mengungsi lebih awal ke tempat lebih aman ketika kondisi cuaca ekstrem mulai terjadi.

BACA JUGA :  Wardatina Mawa Ingin Perceraian Segera Tuntas, Tegaskan Keputusan Sudah Bulat

“Sekiranya cuaca ekstrem terjadi siang hingga sore agar melakukan penyelamatan mandiri, evakuasi diri sendiri sebelum hal buruk terjadi. Bisa dengan mengungsi dulu ke tetangga atau ke keluarga selama rumah kita ada di posisi rawan dan membahayakan,” tambahnya. (B. Supriyadi)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================