BOGOR-TODAY.COM – Banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya sakit perut setelah makan. Kondisi tersebut umumnya dibarengi dengan gejala nyeri, mual, mulas, dan perut terasa penuh.
Tak hanya itu, sakit perut sesudah makan memang umum terjadi, dan dapat dialami oleh siapa saja. Kondisi ini tidak selalu menjadi pertanda adanya masalah kesehatan serius.
Penyebab Sakit Perut Setelah Makan
Berikut terdapat sejumlah penyebab mengapa perut Anda terasa sakit apabila setelah makan.
- Gangguan pencernaan
Gangguan pencernaan atau dispepsia merupakan reaksi negatif seperti sakit perut, karena sistem pencernaan mengalami gangguan akibat makanan tertentu.
Seperti terlalu banyak konsumsi alkohol dan kafein, makan banyak dan terlalu cepat sekaligus, makan makanan berminyak, asam, dan pedas.
- Alergi makanan
Tidak semua individu bisa menikmati makanan yang sama dengan yang Anda konsumsi. Di antaranya tentu ada yang mempunyai alergi pada suatu jenis makanan.
Misalnya susu, telur, kacang-kacangan, ikan dan aneka seafood, atau gandum. Jika makanan tersebut dikonsumsi penderita alergi, salah satu efeknya yaitu memicu sakit perut.
- Tukak lambung
Tukak lambung atau maag adalah luka yang berkembang di lapisan dalam perut, terutama bagian atas usus kecil (duodenum).
Gejala maag paling umum yaitu sakit perut akibat makan makanan pedas dan asam, serta minuman beralkohol serta kafein tinggi.
- Intoleransi makanan
Intoleransi makanan adalah kondisi dari sistem pencernaan tubuh yang terlalu sensitif terhadap suatu makanan. Keadaan ini berbeda dengan alergi.
Penderita intoleransi makanan bisa mengalami iritasi pencernaan oleh makanan tertentu, sehingga tidak dapat dicerna dengan baik. Seperti gluten, laktosa, atau makanan fermentasi.
- Penyakit Crohn
Penyakit crohn merupakan penyakit radang usus serius dan sudah kronis. Sebab, di bagian saluran pencernaan terjadi peradangan.
Apabila Anda mengonsumsi makanan pedas, beralkohol, soda, atau kafein, gejala penyakit ini bisa lebih parah dan menyebabkan sakit perut, diare, serta tinja berdarah.
- Sembelit
Sembelit dapat terjadi ketika tinja dalam usus besar bergerak terlalu lambat, dan tidak dapat dikeluarkan secara normal.
Terutama setelah Anda makan, kondisi ini bisa lebih parah dan terasa sakit karena makanan yang masuk ke saluran pencernaan menjadi menumpuk.
- Sindrom iritasi usus
Seseorang yang mengalami sakit perut setelah makan, dapat disebabkan oleh penyakit sindrom iritasi usus atau irritable bowel syndrome (IBS) yang memengaruhi usus besar.
Selain terasa sakit, bagian perut akan terasa kram, kembung, terjadi diare, bahkan bisa sembelit, dan sering buang angin.
- GERD
Penyebab sakit perut setelah makan dapat terjadi karena gastroesophageal reflux disease atau (GERD), yang mana asam lambung jadi naik ke kerongkongan.
Gejala utamanya adalah mulas, ada perasaan seperti makanan muncul kembali setelah tertelan, dan menyebabkan nyeri dada.
- Penyakit Celiac
Penyakit celiac adalah kondisi ketika tubuh Anda memiliki respons imun terhadap gluten, atau protein yang ditemukan dalam gandum, gandum hitam, atau barley.
Berbeda dengan intoleransi makanan, penyakit celiac menyebabkan kerusakan pada lapisan usus kecil, sehingga perut terasa sakit apabila telah mengonsumsi makanan gluten.
- Pankreatitis Akut
Pankreatitis akut yaitu penyakit radang pankreas yang membuat perut terasa sakit setelah makan, bahkan rasa sakitnya menjalar ke punggung.
Penderita penyakit ini dapat merasakan sakit luar biasa setelah mengonsumsi alkohol, atau makanan tinggi karbohidrat.
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















