
Untuk itu, pihaknya berharap dapat mengalokasikan kembali kebutuhan akan anggaran tersebut.
“Mudah-mudahan di tahun-tahun akan datang Pemprov bisa membantu lagi, karena ini strategis sekali, yang datang bukan hanya dari kota Bogor termasuk Kabupaten Bogor. Dan kita dorong dengan adanya kenaikan kelas (RSUD Kota Bogor) akan menambah pelayanan prima kepada masyarakat,” dorongnya.
Sementara Wali Kota Bogor Bima Arya dalam laporannya menyampaikan bahwa Pemkot Bogor secara kesiapan anggaran untuk penanganan Covid-19 tetap ada dialokasikan dalam APBD sekitar Rp23 miliar dan pada pos anggaran biaya tidak terduga (BTT) sekitar Rp5,6 miliar.
Selanjutnya, berkenaan progres pembangunan blok I RSUD Kota Bogor, kata Bima Arya, sejauh ini proses pengerjaan telah mencapai 70 persen. Capaian juga menunjukkan deviasi positif dari target pembangunan yang telah ditentukan.
“Jadi kami laporkan pembangunan berjalan sudah 70 persen, on the track, bahkan deviasi tinggi sekitar 9 persen, dan insyaallah nanti di akhir Desember akan diresmikan oleh pak gubernur dan Menteri Kesehatan,” pungkasnya. (Aditya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















