BOGOR-TODAY.COM – Bayi lebih sulit dikenali tanda diarenya karena relatif memiliki tekstur normal kotorannya lembek dan encer. Tekstur kotoran lembek biasanya dimiliki bayi selama beberapa bulan awal hingga usianya 1 tahun.
Biasanya pada bayi yang diberi ASI eksklusif memiliki kotoran yang lembek berwarna kekuningan keruh. Sedangkan, bayi yang diberi susu formula memiliki kotoran dengan tekstur sama yang berwarna kecokelatan.
Tanda-tanda
Tanda-tanda bayi diare dapat dilihat dari tekstur dan banyaknya buang air besar. Tanda-tanda diare pada bayi juga berbeda antara yang biasa diberi ASI dan susu formula.
Diare pada bayi yang diberi ASI
Bayi yang disusui sering buang air besar lebih dari 6 kali sehari. Sampai usia 2 bulan, mereka mungkin buang air besar setiap usai makan. Bayi diare, jika:
- Bayi Anda tiba-tiba buang air besarnya bertambah banyak (lebih dari 6 kali sehari) dan encer, di mana bisa berlangsung selama 3 kali atau lebih.
- Kotorannya mengandung lendir, darah atau bau tidak sedap.
- Bayi sulit makan, demam, rewel, atau terlihat sakit.
Diare pada bayi yang diberi susu formula
Bayi yang diberi susu formula buang air besar 1-8 per hari selama minggu pertama. Kemudian mulai melambat menjadi 1-4 kali per hari. Ini berlangsung sampai usia bayi 2 bulan. Bayi diare, jika:
- Kotoran bayi tiba-tiba bertambah banyak (lebih dari 4 atau 8) atau encer, di mana bisa berlangsung selama 3 kali atau lebih, bayi mengalami diare.
- Kotoran bayi mengandung lendir, darah, atau bau tidak sedap yang tidak biasa, ini menunjukkan diare.
- Petunjuk lain untuk diare pada bayi adalah makan yang buruk, bertingkah sakit, atau demam. Setelah usia 2 bulan, kebanyakan bayi buang air besar 1-2 kali setiap hari.
- Jika buang air besar lebih dari 2 kali setiap hari, tampaknya diare pada bayi tidak lagi ringan.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















