Program QRIS itu, kata dia, dilakukan untuk mengurangi transaksi secara tunai, terlebih dalam kondisi Covid-19. Selain itu, pihaknya juga berharap bisa memudahkan dengan memdapat fasilitas CMS (cash management system).

“Jadi teman teman tidak usah narikin service charge, bisa kerja sama langsung dengan Bank yang memfasilitasi QRIS,” kata Denny.

BACA JUGA :  Mata Merah Jangan Dianggap Sepele, Kenali Tanda-Tanda yang Harus Segera Diperiksa Dokter

Sementara itu, Asisten Direktur BI Jawa Barat, Yusi Yuliana mengatakan, digitalisasi di Indonesia merupakan sebuah keniscayaan yang harus diadaptasi di segala sektor, termasuk di pasar tradisional.

Semua stakeholder, kata dia, digandeng untuk menyukseskan digitalisasi sesuai dengan Amanat Presiden dalam Kepres nomor 3 Tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah.

BACA JUGA :  Mengapa Air Zamzam Tidak Pernah Habis? Ini Penjelasan dari Sisi Keagamaan dan Ilmiah

Untuk itu, dirinya mengajak kepada seluruh masyarakat, khususnya para pedagang pasar untuk menerapkan SIAP QRIS guna meningkatkan daya saing pasar tradisional.

“Agar konsumen pasar rakyat pun dapat melakukan pembayaran secara non cash,” kata Yuli. (Aditya)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================