

“Semoga forum ini menjadi jejaring untuk bersama-sama dalam mengembangkan ekosistem halal,” tegas Diah.
Indonesia memiliki tantangan terkait literasi dan kesadaran dalam mengembangkan ekosistem halal. Daya saing ekonomi produk dan jasa halal akan diperoleh dengan peningkatan kesadaran dan pemahaman (awareness and literacy) konsumen dan keberadaan serta penguatan lembaga kehalalan di pasar seperti lembaga pemeriksaan halal (LPH) yang menangani pengujian produk dan sertifikasi halal.
“Indonesia dengan populasi muslim terbesar seharusnya dapat menjadi halal country,” ujar Koordinator Pemetaan dan Statistik BPOM RI Irhama Hayati.
Konsultan Sertifikasi Halal Rina Hartini menyampaikan negara Indonesia saat ini menjadi satu-satunya negara yang memiliki Undang-Undang mengenai Jaminan Produk Halal. Hal ini membuktikan keseriusan pemerintah Indonesia dalam mengembangkan industri halal.
Dalam paparannya, Rina Hartini menjelaskan sebagian besar UMKM menggunakan Organik sebagai jenis iklan yang paling banyak diikuti. Untuk media online dalam memasarkan produk terbanyak adalah sosial media. Sampai saat ini UMKM masih menggunakan teknologi manual, hanya 28% yang menggunakan teknologi digital. Masih banyak UMKM yang belum menggunakan teknologi dalam usahanya sekitar 27,65%. Hal ini menjadi salah satu peluang dalam mengembangkan ekosistem halal.
“Dengan adanya diseminasi terkait pengelolaan keuangan haji ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh dan memilah informasi yang benar agar tidak terpengaruh pemberitaan yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Selain itu dengan tema sosialisasi kali ini diharapkan masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan terkait digitalisasi dan ekosistem halal,” tutup Anggota Badan Pelaksana BPKH Indra Gunawan. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















