BOGOR-TODAY.COM – Populasi hewan biawak Komodo terus meningkat dari tahun 2021 dengan jumlah Komodo di TN Komodo mencapai 3.303 ekor. Hal itu menjadi salah satu daya tarik utama wisatawan saat mengunjungi Taman Nasional Komodo di Manggarai Barat NTT.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Komodo, Dwi Putro Sugiarto mengungkapkan, jumlah Komodo secara keseluruhan di TN Komodo setiap tahun relatif meningkat, walaupun jumlah populasi di masing-masing pulau bisa naik dan turun.

“Populasi ada yang mati, ada yang lahir. Kalau dibikin rata-rata relatif stabil sedikit meningkat. Kalau populasi meningkat terus ya nggak. Kalau ada meninggal turun, lahir lagi meningkat lagi. Akumulasi setahun relatif meningkat,” jelasnya di Labuan Bajo, Jumat 2 Desember 2022.

Menurutnya, jumlah Komodo setiap tahun di masing-masing pulau bisa naik dan turun, bergantung jumlah Komodo yang hidup dan mati. Di Pulau Komodo, misalnya. Tahun 2016-2018, jumlah Komodo terus meningkat. Tahun 2019 jumlahnya menurun, naik lagi tahun 2020 hingga 2021. Pola yang sama juga terjadi di pulau lain.

Baca Juga :  8 Poin Yang Harus Diperhatikan Saat Membeli Mobil Bekas

Melansir Detik.com, hingga tahun 2021, jumlah hewan purba di TN Komodo tercatat sebanyak 3.303 ekor. Untuk tahun 2022, jumlahnya masih dalam proses penghitungan. Keberadaan Komodo di sana tersebar di lima pulau utama, sebagai berikut.

Pulau Komodo dengan luas 311,5 km2 sebanyak 1.728 ekor
Pulau Rinca dengan luas 204,8 km2 sebanyak 1.385 ekor
Pulau Padar dengan luas 14,1 km2 memiliki 19 ekor
Pulau Gili Motang dengan luas 9,5 km2 memiliki 81 ekor
Pulau Nusa Kode dengan luas 7,8 km2 sebanyak 90 ekor

Lanjut Dwi Putro Sugiarto, pada tahun 2020, jumlah Komodo sebanyak 3.163 ekor, tahun 2019 tercatat 3.023 ekor, tahun 2018 tercatat 2.897 ekor, tahun 2017 tercatat 2.884 ekor, dan tahun 2016 sebanyak 2.430 ekor.

Baca Juga :  Dua Sahabat Meninggal Akibat Tertabrak Truk, Begini Kisahnya

Komodo yang ada di Pulau Komodo tersebar di 43 lembah. Wisatawan bisa melihat kadal raksasa ini hanya di satu lembah, yakni Loh Liang. Lembah lain dihuni Komodo untuk kepentingan konservasi.

Sementara di Pulau Rinca, Komodo tersebar di 33 lembah. Wisatawan hanya bisa melihat Komodo di lembah Loh Buaya. Komodo di lembah lainnya untuk konservasi. Lembah seluas 500 Ha ini dihuni sekitar 66 ekor komodo, dengan 15 di antaranya yang aktif, sering dilihat pengunjung.

Komodo keberadaannya dilaporkan pertama kali tahun 1910 oleh J.K.H Van Steyn. Laporan itu diperkuat oleh Kurator Museum Zoologi Bogor P.A Ouwens, yang kemudian memberinya nama ilmiah Varanus Komodoensis.

Nama ilmiah ini mengacu pada tempat ditemukannya hewan dengan penciuman kuat tersebut, yaitu Pulau Komodo. Masyarakat setempat biasa menyebut Komodo dengan Ora. Di kawasan lain disebut mbou/mbau, tugu atau buaya darat.