Untuk itu, Dedie mengajak para mahasiswa yang akan menjadi pemimpin di masa depan untuk juga peduli terhadap isu lingkungan dan sumber daya energi.

Sementara, Direktur Utama Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan mengungkapkan, mencari pekerjaan itu sulit, itu yang pernah dirasakannya pasca lulus kuliah.

Sebagai contoh, sabung Rino, di Perumda Tirta Pakuan yang saat ini dipimpinnya juga memiliki problem yang sama.

BACA JUGA :  Pansus DPRD Kota Bogor Rampungkan Raperda BPBD Tipe A dalam Waktu Satu Bulan

“Kita mencari pekerja yang sesuai dengan keinginan kita itu sangat sulit. Kalau yang mau bekerja itu banyak. Tapi kita cari yang sesuai dengan kemampuan, itu adalah poin yang sangat sulitnya,” ungkap Rino.

Rino memberi contoh lain, di perusahaannya memerlukan dua posisi untuk customer service. Dengan kebutuhan dua posisi, maka yang mengirimkan lamaran ada 300 orang.

“Jadi kalau dilihat disitu ternyata pendidikan ijazah itu tidak menjadi tolak ukur standar kita. Karena kompetensi yang sebenarnya kita cari. Nah, kami dari Tirta Pakuan melakukan hal itu, kami melihat ijazah itu bagian dari pola pikir. Tetapi mereka personal harus menguasai kompetensi yang sesuai dengan SKKNI. Itu yang lebih penting. Mungkin nanti perguruan tinggi harus memiliki kurikulum yang ramah kompetensi tersebut,” imbau Rino. (Aditya)

BACA JUGA :  Manfaat Minyak Zaitun untuk Wajah: Bantu Melembapkan hingga Lindungi Kulit
Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================