

“Jadi menurut saya, tolong Kepala Desa kalau sayang terhadap warganya, dalam menyusun program kerja harus benar-benar untuk kebutuhan masyarakat, bukan hanya untuk kepentingan yang lain,” ujar Iwan.
Selanjutnya soal proyek pembangunan Jalan Raya Bojonggede-Kemang (Bomang), Iwan menjelaskan, sekarang ini pembangunan Jalan Raya Bomang dilakukan secara bertahap dengan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor, butuh dana dari pemerintah pusat hingga saya minta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
“Saya meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat,” tandas Iwan.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Soebiantoro menuturkan bahwa proyek pembangunan jalur lambat Jalan Raya Bomang sedang berlangsung. Hingga awal Bulan Desember, progres pekerjaan sudah diatas 70 persen dan saat ini, proyek senilai kurang lebih Rp 90 milyar tersebut masih mengalami deviasi negatif sebesar 10 persen.
“Saya optimis, jalur lambat Jalan Raya Bomang yang akan tersambung di Desa Susukan bisa digunakan oleh masyarakat pada awal tahun 2023 mendatang. Proyek pembangunannya terus dikebut,” tutur Soebiantoro. (*/Gistin)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















