
BOGOR-TODAY.COM, CIBINONG – Inovasi SINUCANTIK (Sistem Inovasi Unggulan Pancakarsa Pulihkan Ekonomi Kabupaten Bogor) berhasil masuk Kompetensi Inovasi Jawa Barat (KIJB) Tahun 2022. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terima Tim Penilai Validasi Lapangan SINUCANTIK dari Provinsi Jawa Barat, yang digelar di Ruang Cianten Bappedalitbang Kabupaten Bogor, Jumat (9/12/22).
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor, Asep Mulyana menyatakan, terima kasih dan selamat datang kepada tim penilai, serta apresiasi dan terima kasih kepada Bappedalitbang atas inovasi yang terbangun.
“Selamat datang selamat melakukan penilaian mudah-mudahan kreativitas inovasi bisa menjadi motivasi atau pendorong bagi Kabupaten Bogor untuk menjadi Kabupaten termaju, nyaman dan berkeadaban. Mudah-mudahan bisa membantu memfasilitasi dan membina langsung para pelaku UMKM di Kabupaten Bogor,” ungkap Kadiskop UMKM.
Sebagai informasi, berdasarkan data statistik tahun 2019 jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Bogor ada 729 ribu lebih. Kemudian yang telah terbina dan terbimbing baik legalitas maupun pelatihan ada sekitar 32 ribu pelaku UMKM.
“Alhamdulilah UMKM di kita banyak yang membina dan memfasilitasi dan betul-betul perhatian terhadap para pelaku UMKM Mulai dari Plt. Bupati Bogor, DPRD Kabupaten Bogor hingga Komisi 6 DPR RI,” tandasnya.
Selanjutnya Tim Juri KIJB Tahun 2022 sekaligus Deputi Riset dan Inovasi Daerah BRIN Yani Mulyaningsih menerangkan, untuk bisa masuk tahap validasi lapangan hari ini, beberapa tahap harus dilewati seperti tahap analisis, tahapan masuk ke 45 besar kemudian ke 21 besar dan proses pendalaman. Berdasarkan validasi lapangan inovasi SINUCANTIK sungguh luar biasa. Bahkan inovasi yang dihasilkan para pelaku UMKM Kabupaten Bogor sangat kreatif dengan cara mengolah sumber daya yang ada disekitarnya dengan proses belajar secara otodidak sehingga muncul suatu inovasi.
“Kami rasa sangat luar biasa, SINUCANTIK harapannya kedepan bisa mewadahi banyak inovator di Kabupaten Bogor. Juga semakin banyak inovasi yang dihasilkan bahkan tidak hanya sekedar aplikasi tapi consern kepada dampak atau manfaat, dan apakah bisa direplikasi di tempat lain, supaya lebih banyak inovasi, tidak hanya di Kabupaten Bogor juga daerah lain bisa mereplikasi dari inovasi ini,” jelas Yani.
Katanya, kedepan semakin banyak produk inovatif yang basisnya SDM lokal yang akan mendorong nilai jual SINUCANTIK. “Karena produknya tidak sembarangan, tidak seperti produk UMKM pada umumnya, tapi produk yang dijual adalah hasil inovasi yang memang berdasarkan lomba,” tandasnya. (*/Gistin)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















