
“Ini suatu prestasi yang sangat membanggakan, berbeda dengan 4 tahun yang lalu, saat tim pencak silat Kota Bogor berada di titik nadzirnya dengan tanpa mengantongi satu medali pun. Dan sekarang terbukti, ternyata bukan hanya dari atletnya yang mumpuni tetapi dimulai dengan adanya organisasi yang hebat,” terang Ben sapaan akrabnya.
Memang benar, perguruan atau paguron adalah tempat lahirmya para atlet, namun tatkala sudah berada dalam naungan IPSI atau Pengcab itu adalah untuk membela Kota Bogor. Dia melihat semua senior yang berada di perguruan semuanya guyub dan kompak.
“Hasil memang tidak pernah mengkhianati proses, Pencab Pencak Silat bisa menorehkan predikat Juara Umum ke 3 dengan mempersembahkan 3 emas, 3 perak dan 1 perunggu. Inilah bukti jerih jawara yang sesungguhnya dengan susah payah melalui pengorbanan, membagi waktu dan pikirannya serta materinya. Dan mari kita buktikan kembali, dalam kurun waktu 14 kali pekan Porda (Porprov) atau 57 tahun lamanya, karena kita nanti tuan rumah, maka wajib hukumnya kita harus menjadi Juara Umum di tahun 2026,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua IPSI Kota Bogor Subono Widoyoko mengakui semua keberhasilan prestasi dalam Porprov XIV Jabar, tidak terlepas dari semua dukungan seperti Pemkot Bogor, KONI, Dispora yang senantiasa membantu memfasilitasi tempat serta semua perguruan yang memiliki atlet-atlet yang mumpuni, hingga akhirnya bisa melahirkan para pencak silat yang berprestasi.
“Saya sangat bangga dan terharu khususnya bagi semua panitia perhelatan Malam Gelar Seni Budaya Silat kali dengan mengemas acaranya berbeda dari kegiatan sebelumnya, padahal diakuinya hanya memiliki waktu persiapan cuma satu pekan. Tapi bisa kita lihat hasilnya, kolaborasi dan persebahan yang begitu penuh makna dan arti dalam setiap penampilannnya,” ucapnya.
Subono menambahkan, pekan Porprov XIV Jabar memiliki cerita yang dan kebanggaan khususnya di pengcab Pencak Silat dengan menuai pujian dari berbagai pihak. Pasalnya, semua atlet pencak silat Kota Bogor selama 3 ronde dalam pertandingannya tidak terlihat tangannya di pinggang kanan kiri karena kelelahan, justru semuanya sangat luar biasa dalam bermainnya.
“Para atlet pencak silat Kota Bogor banyak menuai pujian, karena selama 3 ronde dalam pertandingannya tidak tampak rasa kelelahan atau kecapaian sama sekali, tetapi justru sangat luar biasa dalam bermainnya. Ini atas kerja keras dari semuanya, dan yang paling membanggakan jerih payah dari pelatih fisik yang menggenjot semua atlet Kota Bogor hingga banyak menuai dan berdecak kagum dibuatnya,” tuntas Subono.
Selain mementaskan seni budaya, kegiatanitu juga menampilkan alat musik Karinding, kacapi suling, tari jaipong, gerak lincah pencak silat hingga teatrikal dari Tim Mipit Amit yang salah satunya menampilkan gadis cantik asli keturunan negeri Sakura Jepang yang bernama Nakamura yang begitu lincah dalam memperagakan seni beladiri pencak silat ini. (B.Supriyadi)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















