“Ada persoalan kelasik yang selalu muncul dalam pesta demokrasi yakni, daftar pemilih, kualitas data awal yang buruk, minimnya sosialisasi coklit. Padahal itu sangat menentukan kualitas penyelenggaraan demokrasi bangsa Indonesia,” tuturnya.

Dalam acara yang sama, Dosen Ilmu Politik Universitas Indonesia, Reni C Suwarso memberikan masukan yang sangat penting bagi KPU sebagai lembaga negara yang diberikan tugas penyelenggaraan pemilu.

BACA JUGA :  Ilmuwan Ungkap Afrika Berpotensi Terbelah, Retakan Raksasa Bisa Picu Samudra Baru

“Menurut saya KPU jangan bekerja sendiri saat pemilu, stakeholder lain ,beban jangan dipikul sama KPU sendiri, karena dalam pemilu banyak yang bermain. Banyak juga maling NIK orang menjelang pemilu,” tegas Reni saat pemaparan.

Dia menambahkan, petugas KPU yang di lapangan, tentunya harus benar – benar diberikan pembekalan seperti diberikan bimtek hingga selerinya pun harus siperhatikan lebih.

BACA JUGA :  Gugatan Nikita Mirzani Ditolak, Kuasa Hukum Reza Gladys Sebut Putusan Perkuat Argumentasi Mereka

“Karena kita semua tahu kerja teman2 yang di lapangan seperti apa. Apalagi kabupaten Bogor pemilu lalu aja ada 15.000 TPS, ada 3,8 juta DPT. Kabupaten Bogor butuh perhatian ekstra saat pemilu,” pungkasnya. (*)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================