Paus Fransiskus mengakhiri kunjungannya ke DRC pada hari Jumat, setelah bertemu dengan para uskup Kongo di Kinshasa dan menghadiri upacara perpisahan di bandara.

Pesawatnya dijadwalkan lepas landas pada pukul 09:40 GMT, menuju Juba, ibu kota Sudan Selatan, diperkirakan akan tiba pada pukul 13:00 GMT.

Kepala Gereja Katolik berusia 86 tahun itu, dalam kunjungan ketiganya ke Afrika sub-Sahara sejak kepausannya dimulai pada 2013 lalu, sedang menjalankan misi perdamaian untuk kembali memulihkan kedua negara yang sedang berkonflik yang berlangsung bertahun-tahun.

BACA JUGA :  Argentina di Piala Dunia 2026: Kandidat Kuat Pertahankan Gelar Juara

Paus Fransiskus telah bertemu dengan para korban konflik di DRC timur yang menyaksikan pembunuhan kerabat dekat dan menjadi sasaran perbudakan seksual, amputasi, dan kanibalisme paksa.

Paus Fransiskus akan bergabung Welby, pemimpin Komuni Anglikan global selama kunjungannya ke Sudan Selatan.

Paus Frasiskus ingin mengunjungi negara yang didominasi Kristen itu selama bertahun-tahun, tetapi setiap kali merencanakan perjalanan dimulai, terpaksa ditunda karena ketidak stabilan di lapangan.

BACA JUGA :  Tips Memilih Kloset Duduk yang Nyaman dan Mudah Dibersihkan

Dalam salah satu gerakan kepausannya yang paling luar biasa, Paus Frasiskus berlutut untuk mencium kaki para pemimpin Sudan Selatan yang sebelumnya berperang selama pertemuan di Vatikan pada April 2019, dan mendesak mereka untuk tidak kembali ke perang saudara. (*)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================