
Menurut survei yang dilakukan oleh laboratorium Genesis, 91 persen dari 204 manajer sumber daya manusia mengatakan bahwa perusahaan mereka telah mulai mempekerjakan kecerdasan buatan.
Wawancara menggunakan kecerdasan buata mulai trean dikalangan perusahaan Korea. Orang yang akanmelakukan wawancara cukup menyalakan komputer di rumah, menggunakan AI dan melakukan kontak mata lewat kamera.
Hasil wawawncara menggunakan kecerdasan buatan prosesnya cukup cepat tidak membutuhkan waktu yang lama.
Dengan program AI, hasil wawancara dapat dilihat skornya melalui Behaviour Even Interview yang mengukur kualitas jawaban dan soft skill orang yang diwawancarai.
Dengan menggunakan AI, tidak aperlu waktu dan tempat khusus perekrutan wawancara calon pekerja menggunakan kecerdasan buatan sangat efisien.
“Wawancara AI mungkin tampak seperti menambah stres bagi pencari kerja, karena mereka memiliki satu hal lagi yang harus dipersiapkan untuk mencari pekerjaan, tetapi AI bisa menjadi alasan Anda mendapatkan pekerjaan itu,” kata Yuk Geun sik dari laboratorium Genesis. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















