Dua Warga Israel Tewas Tertembak, Ini Kronologinya

ISRAEL

BOGOR-TODAY.COM – Serangan brutal yang yang dilakukan penembak tak dikenal mengakibatkan dua warga Israel tewas tertembak tersebut dan beberapa orang lainnya terluka.

Salah satu dari dua warga Israel tewas tertembak orang tak dikenal itu merupakan seorang perempuan, dan terjadi di Tepi dipemukiman ilegal Israel di Hamra.

Kejadian dua warga Israel tewas tertembak itu, bermula saat sorang wanita tengah mengendarai sebuah mobil lalu terjadi penembakan.

Karena tertembak mobil itupunmenabrak seorang laki – laki yang juga meninggal dunia, dan penumpang lain yang didalam mobil mengalami luka cukup parah.

Dari kejadian tersebut, dua warga Israel tewas tertembak yang dilakuakn orang tak dikenal dan yang luka dilarikan kerumah sakit.

“Pelaku penembaknya sedang diburu, para tentara israel sedang mencarinya,” kata militer Israel, seperti mengutip dari Aljazeera.com.

Serangan penembakan yang menewaskan dua warga Israel tewas tertembak itu terjadi beberapa jam setelah serangan rudal Israel di Lebanon dan Gaza.

Petugas medis mengatakan, mereka menarik tiga wanita tak sadarkan diri itu keluar dari mobil, yang tampaknya jatuh setelah orang-orang bersenjata melepaskan tembakan dari kendaraan dengan jarak dekat.

BACA JUGA :  7 Pulau Terkecil di Dunia yang Menyimpan Pesona Luar Biasa

“Salah satu wanita yang tewas adalah pengemudi dan ketika dia tertembak kehilangan kendali dan menabrak seorang pria. Jadi dua orang tewas dan dua terluka, satu kritis,” kata Serdar.

“Informasi dari militer Israel, ada dua tersangka dan sedang dilakukan perburuan terhadap para pelaku penembakan itu,” imbuhnya.

Media Israel melaporkan yang tewas adalah saudara perempuan dari pemukiman Efrat, dan wanita yang terluka parah itu adalah ibu mereka.

Komisaris Polisi Kobi Shabtai mengeluarkan pernyataan yang meminta warga Israel yang memiliki lisensi senjata api untuk membawa senjata mereka.

Penembakan itu terjadi setelah berbulan-bulan kekerasan meningkat di Tepi Barat yang diduduki.

Serangan telah melonjak ke rekor tertinggi di sana dalam beberapa bulan terakhir, dengan pejabat kesehatan Palestina melaporkan awal tahun 2023 menjadi yang paling mematikan bagi warga Palestina dalam setidaknya 20 tahun.

Hampir 90 warga Palestina telah tewas oleh tembakan Israel di Tepi Barat yang diduduki sejak awal tahun ini. Selama waktu itu, 16 orang tewas dalam serangan Palestina terhadap Israel.

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Perkuat Identitas Daerah Lewat Riungan Gede Jasinga dan Pagelaran Budaya

Sementara itu, militer Israel melancarkan serangan udara ke Lebanon Selatan dan Jalur Gaza menyusul serentetan serangan roket ke Isarel itu.

Daniel Levy, presiden Proyek AS/Timur Tengah, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kekerasan kemungkinan akan meningkat kehancuran lebih parah.

“Penolakan tanpa akhir atas kebebasan dan hak-hak warga Palestina di bawah pendudukan hidup di bawah rezim Israel yang represif pasti akan menyebabkan orang mengambil bentuk perlawanan,” kata Levy.

Meningkatnya ketegangan terjadi setelah pasukan Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki secara berturut-turut minggu ini.

Menembakkan granat kejut dan menyerang warga Palestina saat mereka berkumpul untuk sholat tarawih di bulan Ramadan 1444 H.

Serangan Israel di Lebanon selatan yang digambarkan oleh para analis sebagai kekerasan perbatasan paling serius sejak perang Israel tahun 2006 dengan kelompok Hizbullah.

Atas kejadian itulah muncul para penembak misterisu dan menimbulkan korban dua warga Israel tewas tertembak. (*)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================