200 Orang Lebih Tewas di Kongo, Ternyata Ini Penyebabnya

kongo

BOGOR-TODAY.COM – Masyarakay Kongo sedang berduka lantaran lebih dari 200 orang di negara itu meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka – luka.

Hingga berita ini diturunkan, Republik Demokratik Kongo pada hari Minggu mencatat korban terus bertambah menjadi 287 orang meninggal dunia.

Pemerintah provinsi South Kivu di timur negara Afrika tengah warganya tengah berduka karena banyak warga Kongo yang meninggal dunia jumlahnya lebih dari 200 orang.

Kabar dari pemerintah setempat, sekitar lebih dari 205 orang terluka parah dalam tragedi yang menewaskan 287 orang Kongo meninggal dunia.

Penyebab dari banyaknya warga Kongo meninggal dan mengalami luka luka yang cukup serius akibat banjir dan longsor.

Penyebab banjir dan longsor yang menewaskan ratusan warga Kongo itu disebabkan oleh sungai yang meluap setelah hujan lebat pada hari Kamis.

BACA JUGA :  Apa Itu Soft Spoken? Mengenal Arti dan Ciri-ciri Kepribadian yang Lembut dan Menenangkan

Selain 287 orang meninggal dunia dan 205 orang mengalami luka luka, dikabarkan 167 orang dinyatakan hilang dalam kejadian banjir dan tanah longsor di Kongo.

Presiden Felix Tshisekedi telah mengumumkan hari berkabung nasional pada hari Senin dan menteri akan melakukan perjalanan ke wilayah tersebut.

Tujuannya untuk mengoordinasikan bantuan kemanusiaan dan manajemen bencana, kata juru bicara pemerintah Patrick Muyaya.

Musim hujan khas wilayah Kivu Selatan saat ini diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Mei.

Bencana di RD Kongo Timur terjadi dua hari setelah banjir menewaskan sedikitnya 131 orang dan menghancurkan ribuan rumah di negara tetangga Rwanda, yang terletak di sisi lain Danau Kivu.

Pada hari Sabtu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan belasungkawa kepada para korban bencana banjir di kedua negara.

BACA JUGA :  Pola Makan Tak Sehat Jadi Pemicu Meningkatnya Kasus Kanker pada Usia Muda

“Ini adalah ilustrasi lain dari percepatan perubahan iklim dan dampak buruknya terhadap negara-negara yang tidak melakukan apa pun untuk berkontribusi terhadap pemanasan global,” katanya saat berkunjung ke Burundi.

Para ahli mengatakan peristiwa cuaca ekstrem terjadi dengan frekuensi dan intensitas yang meningkat akibat perubahan iklim.

Bulan lalu, tanah longsor yang dipicu oleh hujan deras menewaskan sekitar 20 orang di Kivu Utara, sebuah provinsi yang bertetangga dengan Kivu Selatan.

RD Kongo, sebuah negara luas seukuran benua Eropa barat, adalah salah satu negara termiskin di dunia, yang diliputi oleh konflik di timurnya.

Nahasnya, bencana banjir dan tanah longsor yang menewaskan ratusan warga dan melukai ratusan lainnya dan ratusan orang hilang, menambah penderitaan warga Kongo. (*)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================