
Menurut Haris, kalau banjir terus, maka pelayanan akan di komplain oleh pedagang dan pengunjung, sehingga berpengaruh terhadap omset para pedagang, sebab akan membuat masyarakat malas berbelanja ke Pasar Tekum.
Masih kata Haris, jika terus banjir maka implikasinya adalah berpengaruh terhadap turunnya omset pendapatan para pedagang. Dan itu muaranya terhadap pendapatan PPJ, sebab mereka tidak akan mau bayar servis carge.
“Nah ini kan yang kita tidak harapkan, sehingga kedepan akan menjadi kegiatan rutin untuk melakukan bersih-bersih lingkungan sekitar pasar dengan warga setempat,” tuturnya.
Saat ini kata Haris, pihaknya sudah membuat saringan dari besi di jalur-jalur pembuangan air, hal itu dilakukan agar sampah yang dari dalam pasar tidak lari keluar.
Dijelaskannya, bahwa dalam kegiatan bersih-bersih yang dilakukan Perumda PPJ di support penuh oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor.
“Jadi, menurut warga bahwa drainase ini baru kali ini di normalisasi dan untuk solusi jangka panjangnya, kami telah berkoordinasi dengan D-PUPR Kota Bogor agar kedepan dilakukan perbaikan,” tuntasnya. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















