“Enam wilayah itu yakni, Cibinong, Babakan Madang, Jonggol, Sindang Barang, Pamijahan dan Cigudeg,” ujar Hardy.

Selain dilakukan pemeriksaan, Diskanak kerap melakukan sosialisasi kesehatan ternak dan cara memotong hewan kurban yang halal sesuai dengan syariat Islam.

“Meskipun kasus PMK sudah tidak ditemukan di Kabupaten Bogor, proses pemotongan hingga pembagian hewan qurban kami tetapkan protokol seperti tahun lalu saat terjadi PMK,” tandas dia.

BACA JUGA :  Mayoritas Alumni Unair Berkarier di Sektor Swasta, FTMM Catat Rata-rata Gaji Tertinggi

Ia mengingatkan agar masyarakat Kabupaten Bogor lebih berhati-hati dan waspada untuk memilih hewan kurban menjelang Idul Adha ini.

Tak hanya itu, Hardy juga menjelaskan ciri-ciri hewan terjangkit penyakit lato lato, diantaranya adalah, munculnya nodul yang keras (benjolan) dengan diameter 2 sampai 5 sentimeter dan terdapat di kepala, leher, tungkai, kaki, ekor, serta ambing.

BACA JUGA :  Kenali Gejala Kanker Usus Besar dan Pentingnya Menjaga Kesehatan Pencernaan

“Pada kasus yang serius, nodul dapat menutupi di hampir seluruh bagian tubuh artinya hewan tersebut terjangkit penyakit lato-lato. Hindari jika ditemukan hewan qurban dengan ciri-ciri tersebut,” tugkasnya. (Mutia Dheza Cantika)

Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================