“Kalau misalkan ada calon pemimpin yang perhari ini jarang berdiskusi dengan pemuda saya rasa itu nggak pernah terealisasi keinginannya lantaran harapan pemudanya tidak diserap,” tegas Daday.

“Jadi intinya hari ini, yang harus sering komunikasi dengan pemuda itu saja,” bebernya menambahkan.

Ia menambahkan, untuk pesta demokrasi di tahun 2024 nanti tentunya harus dapat dijadikan ajang sebagai titik balik Kabupaten Bogor menjadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya.

Selain itu, sambung dia, terkait persoalan masa lalu itu tidak lagi muncul dikemudian hari, serta fungsi pemimpin yang bisa memfungsikan birokrat dengan cara The Red Man On The Raid Place yang artinya seorang birokrat yang memiliki kapasitas dibidangnya.

BACA JUGA :  Kuasa Hukum Ruben Onsu Soroti Nafkah dan Harta Gana-Gini, Pertemuan dengan Anak Jadi Kunci Penyelesaian

“Jangan sampai, hanya karena persoalan like in dislikes (suka atau tidak suka) terhadap salah satu birokrat yang karena hanya satu persoalan yang hanya asal bapak senang atau asal ibu senang itu jangan sampai dipakai lagi bagi pemimpin Kabupaten Bogor yang baru nanti,” tuntasnya.

Dikabarkan sebelumnya, Social Business Center atau SBC menggelar Diskusi Publik dengan mengusung tema “Mencari Pemimpin Terbaik Untuk Kabupaten Bogor 2024” di kantor sekretariat SBC Jalan H. Minggu, Kelurahan Tengah, Cibinong, Jum’at 9 Juni 2023.

Co. Founder SBC Center, M. Burhani menyampaikan bahwa diskusi publik itu digelar sebagai wadah forum yang menghadirkan beberapa narasumber yang kompeten dibidangnnya untuk peduli terhadap Kabupaten Bogor menjelang pemilu 2024.

BACA JUGA :  Bupati Bogor Rudy Susmanto Dialog Bersama Komunitas Budidaya Ikan di Ciseeng

Burhani berharap, dengan adanya diskusi tersebut bisa menampung aspirasai, gagasan maupun keluhan masyarakat, khususnya warga Kabupaten Bogor. Sehingga, dapat menemukan pemimpin terbaik untuk menjadikan Kabupaten Bogor maju tanpa money politic atau politik uang.

“Ini yang harus dihindari, jangan kita gadaikan lima tahun kedepan hanya karena beberapa rupiah yang akan menjadi persoalan besar dan akan berujung permasalahan hukum,” tegas Burhani. *

Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================