
“Saya pastikan juga semua dilakukan sesuai aturan, didampingi oleh teman-teman APH, Kejaksaan, semua ikut mengawasi dan kita pastikan juga skenario perpindahan pedagang semua berjalan dengan baik, tidak ada pedagang yang tidak diakomodir,” tambah Bima.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Muzakkir menjelaskan, revitalisasi Pasar Induk Jambu Dua menjadi pasar pangan bersih modern yang menghabiskan dana Rp70 miliar dari investor akan memberikan konsep pasar pangan yang jauh dari kumuh.
“Pengelolaan pasar akan dikolaborasikan dengan investor berupa, penjualan atau penyewaan kios ke depan dilakukan pengembang, sementara pengelolaan kebersihan, parkir dan lain-lain akan dilakukan oleh Perumda Pasar Pakuan Jaya. Jadi pembangunan semua bangunan pasar dan fasilitas pendukungnya seperti parkir dan lain-lain oleh investor. Kami nanti mengelola parkir dan lain-lain itu, mereka yang menjual atau menyewakan kios,” beber Muzakkir.
Ditempat yang sama, Direktur PT Bogor Artha Makmur, MH Ages selaku investor pembangunan ini berharap revitalisasi Pasar Jambu Dua dapat memberikan dampak signifikan meningkatnya fungsi pasar dan kenyamaman para pedagang.
“Jadi, konsepnya dibuat untuk memaksimalkan kenyamanan, modern, ramah lingkungan. Posisi kios dan los (disusun) strategis sehingga hasil akhir perputaran transaksi akan meningkat,” ungkap Ages.
Ages menerangkan, Pasar Jambu Dua akan menjadi pasar percontohan di Kota Bogor. Dirinya berjanji pembangunan dipastikan terlaksana tepat waktu.
“Pasar ini bakal beroperasi diberlakukan 24 jam,” terangnya.*
Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














