
Beliau menjawab: ‘Jihad fi sabilillah juga tidak, kecuali seseorang yang keluar dengan diri dan hartanya lalu ia tidak kembali dengan satu pun dari keduanya.”
Dalam hadits lain, disebutkan bahwa hari-hari tersebut, 10 hari pertama Dzulhijjah, itu merupakan waktu yang agung.
“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah), karenanya perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya,” (HR Ahmad).
Adapun niat puasa Dzulhijjah ini adalah sebagai berikut.
- Niat puasa dari tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya, “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah ta’âlâ.”
- Niat pada pada tanggal 8 Dzulhijjah (hari Tarwiyyah) نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i tarwiyata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya, “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah ta’âlâ.”
- Niat puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah) نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِعَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya, “Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah ta’âlâ.” ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Sumber : NU Online
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














