
Dia menuduh pemerintahan Biden menciptakan perusahaan sensor besar dan berkolusi dengan perusahaan media.
Selama beberapa tahun terakhir, AS telah memperdebatkan batasan antara menangani penyebaran klaim online yang berpotensi membahayakan dan hak atas kebebasan berbicara.
Upaya untuk membatasi, misalnya, pernyataan palsu tentang pemilu 2020 telah memicu keluhan tentang sensor konservatif di media sosial.
Banyak dari klaim tersebut diperkuat oleh pihak Trump, yang menuduh pemilu telah dicuri.
Dia untuk sementara diskors dari platform utama seperti Facebook, Instagram, dan Twitter, menyusul serangan di Capitol AS pada 6 Januari 2021, saat sertifikasi pemilu.
Namun ketiga platform media sosial tersebut telah mengaktifkan kembali akunnya setelah persoalan tersebut rampung.
Dalam perintah yang diajukan ke Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Barat Louisiana, Hakim Doughty membuat beberapa pengecualian atas perintahnya.
Pemerintah dapat, misalnya, berkomunikasi dengan perusahaan media sosial mengenai masalah keamanan nasional dan aktivitas kriminal. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















