AS Klaim Berhasil Membunuh Pemimpin ISIS Osama al-Muhajer, Menggunakan Pesawat Tak Berawak

Dua insiden terpisah pada Rabu dan Kamis yang melibatkan pesawat tempur Rusia dan drone Reaper AS terekam dalam video, kata AS.

Awal tahun ini, perselisihan diplomatik meletus ketika AS mengklaim bahwa jet Rusia bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat tak berawak Reaper.

Padahl pesawat tak berawak itu harganya lebih dari $30 juta dan dikemas dengan teknologi mata-mata AS yang sensitif, yang beroperasi di Laut Hitam.

Moskow membantah pesawat tempurnya bertanggung jawab atas pesawat tak berawak yang jatuh ke laut pada bulan Maret lalu.

BACA JUGA :  4 Cara Simpel Membersihkan Minyak Goreng Bekas agar Tetap Jernih dan Aman Dipakai Lagi

Akan tetapi rekaman yang dirilis oleh militer AS menunjukkan pesawat Rusia terlibat dalam manuver untuk menghambat jalur penerbangan pesawat tak berawak itu.

Dengan dukungan Moskow dan juga Iran, Assad telah merebut kembali sebagian besar tanah yang hilang saat awal konflik Suriah yang meletus pada 2011, ketika pemerintah menekan protes pro-demokrasi.

Kantong terakhir oposisi bersenjata terhadap pemerintah Assad termasuk sebagian besar provinsi Idlib yang dikuasai pemberontak di utara.

BACA JUGA :  BKN Tegaskan Poster CPNS 2026 yang Beredar di Medsos adalah Hoaks

AS memiliki sekitar 1.000 tentara yang dikerahkan di Suriah sebagai bagian dari upaya internasional untuk memerangi ISIS, yang dikalahkan di Suriah pada 2019 lalu.

Namun, pihak ISIS masih mempertahankan tempat persembunyian di daerah gurun terpencil dan sering melakukan serangan. ***

 

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

 

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================