BOGOR-TODAY.COM, INDIA – Para pendaki asal Malaysia yang sebelumnya dilaporkan hilang di wilayah utara India yang dilanda banjir telah dikonfirmasi dalam keadaan selamat.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu 12 Juli 2023, Kementerian Luar Negeri Malaysia mengatakan bahwa Komisi Tinggi Malaysia di New Delhi mendapatkan informasi bahwa para pendaki tersebut aman di Manali, sebuah kota di Himachal Pradesh.
Kementerian mengklarifikasi bahwa hanya sepuluh orang Malaysia yang terlibat, sementara dua anggota kelompok lainnya adalah warga negara Cina dan Inggris. Laporan sebelumnya menyatakan bahwa 12 pendaki yang hilang adalah warga negara Malaysia
Kementerian berhasil menghubungi salah satu pendaki asal Malaysia melalui Komisi Tinggi.
“Mengikuti perkembangan ini, Komisi Tinggi Malaysia di New Delhi akan berusaha untuk membawa kelompok tersebut ke New Delhi pada hari Kamis, 13 Juli 2023.
“Jika rencana evakuasi berjalan lancar, kelompok tersebut diharapkan dapat mengambil penerbangan kembali ke Malaysia pada hari yang sama,” menurut pernyataan tersebut.
“Kementerian ingin mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan bantuan langsung yang diberikan oleh otoritas pemerintah India dalam upaya menemukan semua warga Malaysia.”
Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu, Kementerian Luar Negeri Malaysia mengatakan bahwa Komisi Tinggi diberitahu bahwa kelompok yang dimaksud sedang berpartisipasi dalam ekspedisi petualangan di Hampta Pass di Himachal Pradesh.
Hujan lebat di beberapa bagian India utara telah menyebabkan banjir dan tanah longsor yang meluas, termasuk di Himachal Pradesh, di mana hal ini telah menyebabkan setidaknya 66 orang tewas dan ratusan wisatawan terdampar.
Jaringan komunikasi seluler terganggu di beberapa daerah dengan ribuan kendaraan yang menunggu penyelamatan di berbagai lokasi di Himachal Pradesh karena jalan-jalan yang rusak. Para pejabat negara bagian mengatakan bahwa mereka sedang berusaha untuk menjangkau para turis lokal dan asing yang terdampar.
Di antara mereka terdapat 15 warga Rusia yang terjebak di daerah Kasol di distrik Kullu.
Prioritasnya adalah untuk mengevakuasi para turis dengan aman dan kemudian fokus pada perbaikan jalan, pasokan air, jaringan listrik dan infrastruktur lainnya, kata kepala menteri Himachal, Sukhvinder Singh Sukhu, kepada para wartawan pada hari Rabu.
“Kami telah berhasil mengevakuasi 50 persen wisatawan,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa jumlahnya akan segera mencapai 80 persen.
Kerusakan infrastruktur yang terjadi diperkirakan mencapai US$500 juta. (net)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















