proyek underpass Bojonggede
Perlintasan Kereta Rel Listrik (KRL) Bojonggede. (Mutia/Bogor-today.com)

BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah mengklaim proses pembebasan lahan proyek underpass Bojonggede tak ada kendala.

“Hanya dikit dan sudah selesai tidak ada masalah,” ujar Agus kepada wartawan, Rabu 19 Juli 2023.

Ia menyebut, pembangunan perlintasan Kereta Rel Listrik (KRL) underpass Bojonggede itu sendiri masih dalam proses untuk bisa terealisasikan.

“Sementara masih berproses,” kata Agus.

Rencana pembangunan underpass Bojonggede atau perlintasan KRL ini diketahui ditunda sejak tahun 2019. Hal tersebut lantaran pandemi Covid-19 yang menimpa seluruh dunia termasuk Indonesia.

BACA JUGA :  Waspadai Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Memicu Anemia

Diketahui, pembangunan underpass Bojonggede tersebut merupakan upaya untuk memecahkan persoalan kemacetan dan meminimalisir angka kecelakaan yang kerap terjadi di sekitar wilayah.

Terpisah, Kepala Desa Bojonggede, Dede Malvina mengatakan, ada tiga Rukun Warga (RW) di sekitar lokasi yang terkena dampak pembebasan lahan dalam proyeksi tersebut.

“Yang terdampak dari pembangunan underpass hanya 3 RW. Diantaranya, RW 24, 06 dan 10,” jelas Dede.

BACA JUGA :  Harga Emas Antam Turun Tajam, Kini di Level Rp 2,77 Juta per Gram

Ia menjelaskan, pembangunan underpass itu sendiri akan dimulai dari Lapangan Siaga ke Villa Asia. Apabila digambarkan, kata dia, underpass tersebut akan seperti Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor atau underpass Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

“Jadi itu dari Lapangan Siaga ke stasiun Bojonggede, dia akan putar arah masuk lewat underpass keluar Villa Asia gitu,” bebernya.

Penulis : Mutia Dheza Cantika

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================