Suwarno mengatakan, aktivitas Gunung Anak Krakatau merupakan pergerakan untuk membangun badan gunung setelah longsor dan erupsi menyebabkan tsunami pada 2018 lalu. Namun saat ini aktivitas Gunung Anak Krakatau cukup lemah dan tidak berpotensi mengakibatkan tsunami.

“Untuk sementara ini aktivitasnya Gunung Anak Krakatau masih cukup aman karena letusannya relatif kecil. Bisa dikatakan erupsi Gunung Anak Krakatau merupakan suplai untuk membangun tubuhnya sendiri,” kata Suwarno.

BACA JUGA :  Turnamen Voli Istimewa Piala Karang Taruna Meriahkan HJB ke-544 di Malasari Nanggung

Meskipun aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dianggap aman, tetapi masyarakat, nelayan, maupun wisatawan diimbau agar tidak mendekati kawah Gunung Anak Krakatau dalam radius lima kilometer. Selain itu, masyarakat diharapkan tetap tenang dan waspada serta jangan termakan berita bohong atau hoax. ***

BACA JUGA :  Puncak HJB ke-544, Pemkot Bogor Tabur Penghargaan Bagi Masyarakat Kontributif dan Mitra Strategis

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================