Jembatan Bailey

BOGOR-TODAY.COM, TEGALJembatan Bailey di Desa Kupu, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal ambruk akibat dilintasi alat berat, Minggu 23 Juli 2023 malam.

Meski tidak ada korban jiwa, akibat ambruknya jembatan itu membuat aktivitas warga terganggu.  Sebab, mereka harus memutar jalan ke desa tetangga lantaran jembatan utama di Kali Kemiri masih dalam proses pengerjaan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jembatan yang terbuat dari rangka baja itu ambruk diduga tidak kuat menahan beban alat berat berupa ekskavator yang melintas. Padahal, operator alat berat tersebut sebelumnya sudah dilarang melintas jembatan bailey karena tidak sesuai dengan beban jembatan.

BACA JUGA :  Peringati HJB 544, Pengcab IMI Kabupaten Bogor Ajak Ratusan Peserta Telusuri Jejak Ipik Gandamana

Operator eskavator, Heri Kuswanto (40) mengaku, sudah pernah melewati jembatan tersebut sehari sebelum peristiwa itu.

“Saat melewati yang kedua kalinya pas ekskavator berada di tengah tiba-tiba jembatan ambruk,” katanya 24 Juli 2023.

Menurut Eko, beban ekskavator sebesar 25 ton seharusnya masih kuat melintasi jembatan dengan beban maksimal hinga 30 ton.

“Mungkin ada baut pengikat rangka jembatan yang patah sehingga ambruk,” ucapnya.

BACA JUGA :  Bahas Tata Kelola Lobster, MKI dan IPB University Desak Regulasi Berbasis Sains dan Inklusif

Kepala Desa Kupu, Miftah mengaku kecewa dengan pihak operator ekskavator yang tetap nekat melintas jembatan darurat tersebut.

“Sudah dikasih tahu jangan lewat jembatan bailey, tapi nekat lewat,” ucapnya.

Hingga Minggu malam, ekskavator belum dievakuasi pihak terkait.

Akibat ambruknya jembatan darurat tersebut warga yang akan beraktivitas baik menuju sekolah, pasar tradisional, puskesmas hingga kantor pemerintahan harus memutar ke desa lain sejauh dua kilometer. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================