100 Tahun Indonesia, Bima Arya : Menjadi Negara Kuat Karena Perbedaan dan Unggul Karena Keberagaman

“Apakah 2045 kita ini sukses, apa berada di simpang jalan,” katanya.

Dalam Buku Mimpi Tentang Indonesia, Bima Arya menyampaikan tentang Demokrasi adalah Pekerjaan Bersama.

“Demokrasi liberal kita cenderung tidak bersahabat bagi negarawan. Orang berdimensi jangka panjang ini tidak bisa survive di politik. Karena toleransi terhadap praktik yang bertentangan dengan nurani ini sangat minim,” ucapan Bima Arya dalam Buku Mimpi Tentang Indonesia.

Menuju 2045 Indonesia akan mengalami empat kali pemilihan umum. Artinya, kata Bima Arya Pemilu 2024 menentukan sekali ribuan posisi pejabat publik, mulai dari pemerintah pusat, provinsi sampai daerah.

“Mereka ini lah yang nantinya akan berurusan dengan stunting, menggarap bonus demografi, menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM), yang nyambung dengan kebutuhan 2045. Ngurusin Gen Z agar tidak jadi beban di 2045. Jadi kita berbicara tentang leadership yang harus kita siapkan,” kata Bima Arya saat menghadiri peluncuran Buku Mimpi Tentang Indonesia.

BACA JUGA :  Penjaga Warung Madura di Gunung Putri Diduga Ditodong Senpi

Karena tidak mungkin bicara tentang Indonesia emas, Indonesia menjadi peringkat keempat di dunia, tanpa kerja konkrit.

“Nah persoalannya sekarang dimana kita bisa menghasilkan pemimpin-pemimpin yang berbobot yang berorientasi pada values dan epic, ketika landscapenya itu pragmatis,” katanya.

Sehingga Bima Arya yang menjadi ketua APEKSI bersama wali kota-wali kota se Indonesia mengundang tiga bakal calon presiden dalam Rakernas APEKSI lalu.

BACA JUGA :  Daftar Game Baru yang Rilis Juni 2026, Remake Legendaris Siap Ramaikan Pasar

“Kemudian itu disambut oleh publik, walaupun sebentar masing-masing 1 jam, tapi narasi yang terbangun itu banyak, ada narasi tentang IKN, ada narasi tentang kesejahteraan, quality, geopolitik dan sebagainya, itu keren. Jadi orang menelanjangi masing-masing pemikiran itu,” katanya.

Pada kesempatan itu Bima Arya mengajak agar bursa gagasan itu tidak hanya ada pada level bakal calon presiden, tapi juga pada semua level termasuk anak-anak muda.

“Sehingga anak-anak muda ikut masuk ke pesta demokrasi dalam konteks bursa dan gagasan tadi,” ujarnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================