
“Nasi merupakan pangan yang paling banyak dibuang, dan food waste tersebut sebenarnya masih layak untuk dikonsumsi dan dapat memenuhi kecukupan energi dan zat gizi,” tuturnya.
Burhanudin menegaskan, penanganan food waste memerlukan komitmen dan kolaborasi lintas sektor.
Untuk itu, pemerintah bersama swasta, akademisi, komunitas, media dan masyarakat, perlu bersinergi.
Mengambil langkah dan merumuskan kebijakan dalam upaya penanganan dan pencegahan food waste.
“Untuk mengatasi kesenjangan pangan di masyarakat dengan cara menjembatani antara masyarakat atau perusahaan yang berlebihan makanan, dengan yang membutuhkan,” tandasnya.
Tentunya sejalan dengan salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs, yaitu mengurangi hingga setengahnya limbah pangan per kapita global di tingkat ritel dan konsumen.
Serta mengurangi kehilangan makanan sepanjang rantai produksi dan pasokan termasuk kehilangan saat pasca panen. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















