
“Penekanan bagaimana pentingnya High Order Thinking Skill (HOTS), sehingga kemampuan bernalar dan memahami logika dapat digunakan dalam sekolah. Akan tetapi, memang menjadi kenyataan yang memilukan, bahwa distribusi guru-guru di daerah terpencil seperti di NTT tidak merata. Kebijakan standar dari pusat sudah ada, namun yang perlu ditekankan adalah advokasi terhadap tingkat daerah yang memang jarang terjamah,” tutur Prof. Ir. Nizam.
“Sudah ada platform merdeka mengajar. Namun, masih banyak yang belum memahami teknis pelaksanaannya. Sehingga pemerintah juga membutuhkan bantuan masyarakat berkaitan dengan hal ini,” Prof. Ir. Nizam menambahkan.
Masih dalam keterangannya, berkaitan dengan merdeka belajar di perguruan tinggi, pemerintah dalam tahun kemarin sudah mengirimkan kurang lebih 12.000 mahasiswa untuk ditempatkan di sekolah-sekolah dengan tingkat literasi rendah. Hasilnya, program ini meningkatkan literasi lima bulan lebih tinggi atau cepat dibandingkan sekolah-sekolah lain.
“Yang menjadi masalah dalam pendidikan juga adalah APBD maupun APBN yang harusnya dialokasikan untuk guru-guru namun tidak semua dana diterima oleh mereka,” katanya.
Dengan demikian, ia meminta kepada pemerintah untuk mendukung penuh gerakan-gerakan literasi yang ada di masyarakat dengan cara bahu membahu meningkatkan literasi dan pendidikan di Indonesia.
Di tempat yang sama, tim KLN, Karmila Floriani Daro mendorong pentingnya memperdayakan program pemerintah untuk berkolaborasi dengan lembaga-lembaga swasta literasi untuk memajukan kemampuan guru.
Sementara itu, tim isu dan media visual KLN, Atanasius Vitys Putra Mone mengaku bahwa dengan adanya komunitas literasi nusantara yang dikembangkan marupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang mengalami krisis literasi. Dalam hal ini, kurikulum merdeka belajar.
Menurutnya, masih banyak guru maupun siswa yang belum memahami konsep utama dari kurikulum tersebut.
Tim KLN literasi, Adriana Kofi mengungkapkan bahwa literasi sesuatu yang kurang menarik bagi generasi saat ini, sehingga kemampuan membaca dan menulis menjadi berkurang. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















