
Kampanye Sekolah Sehat merupakan segala upaya yang dilakukan secara bersama-sama dan terus menerus oleh semua pihak mulai dari pemerintah pusat sampai ke pemerintah daerah, para mitra, satuan pendidikan, masyarakat pemangku kepentingan lainnya tentang pentingnya penerapan Sekolah Sehat dengan berfokus pada Sehat Bergizi, Sehat Fisik dan Sehat Imunisasi di satuan pendidikan.
Warung Anak Sehat (WAS)
Danone SN Indonesia mengembangkan program Warung Anak Sehat (WAS) yang bertujuan untuk mengurangi angka malnutrisi pada anak-anak usia 5-12 tahun dan mengedukasi anak-anak dan para guru di sekolah. Selain itu, WAS juga melatih para ibu membuat jajanan bernutrisi dan aman, yang akrab disebut dengan Ibu Warung Anak Sehat (IWAS).
Warung Anak Sehat merupakan bagian dari Sembilan Tujuan Jangka Panjang Danone Indonesia, yaitu merangsang pertumbuhan inklusif melalui pemberdayaan perempuan yang merupakan kontribusi kami untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan dalam mempercepat kesetaraan gender. Target jangka panjang program WAS adalah untuk mengurangi angka defisiensi zat besi, pengurangan absensi sakit dan peningkatan prestasi akademik.
Ketika pandemi, dukungan kepada Ibu WAS diberikan melalui engagement (edukasi, komunikasi, support), mengenalkan sistem bisnis menjadi berbasis online dan meningkatkan kewirausahaan. Hasilnya, 10.000 Resep kreasi makanan sehat oleh pemilik kantin telah dipublikasi kepada konsumen SGM dan orang tua.
Pada tahun 2021 lalu, program WAS ini telah mendapatkan penghargaan internasional berupa Gender Equality European and International Standard (GEEIS) Sustainable Development Goals (SDGs) Trophy sebagai salah satu perusahaan dan organisasi yang turut berkomitmen dan melakukan inisiatif dalam memberdayakan perempuan.
Dalam program percontohan Sekolah Sehat Generasi Maju, program Warung Anak Sehat hadir untuk mendukung pilar Sehat Bergizi dan Sehat Imunisasi.
Program Edukasi Gizi, Kesehatan, dan Pola Asuh Sekolah Dasar
Program Edukasi Gizi, Kesehatan, dan Pola Asuh Sekolah Dasar merupakan dukungan nyata Danone Indonesia untuk pemerintah dalam mensosialisasikan panduan gizi seimbang kepada para siswa, orang tua dan para guru Sekolah Dasar (SD). Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman gizi dan kesehatan bagi siswa SD, guru dan orang tua dengan menggunakan buku panduan dan media interaktif tentang pola asuh, pentingnya gizi seimbang sebagai preventif stunting dan promotif gaya hidup sehat, melalui kolaborasi bersama para ahli, mitra dan pemangku kepentingan. Program ini merupakan salah satu bentuk komitmen Danone Indonesia mendukung pemerintah untuk mewujudkan Generasi Emas 2045.
Sejak dimulai tahun 2023, Program Edukasi Gizi, Kesehatan, dan Pola Asuh Sekolah Dasar telah berhasil menjangkau 103 SD, 214 guru, 5,602 siswa, dan 5,602 orang tua, di 8 Kabupaten/ Kota di 2 Provinsi, yaitu Jawa Barat (Kota Bogor, Kota Cirebon, Kota Depok, Kab. Bogor, Kab. Sukabumi) dan Jawa Tengah (Kota Solo, Kab. Wonosobo, dan Kab. Klaten). Program dilakukan dengan memberikan edukasi Training of Trainer (TOT) kepada para guru tentang gizi seimbang. Buku Pedoman makan dan minuman juga bisa menjadi sumber bahan ajar harian, mingguan dan bulanan di seluruh SD yang terjangkau program ini. Pelaksanaan program diharapkan dapat mendorong adanya peningkatan pengetahuan tentang gizi seimbang. Hal ini akan dapat dilihat dari hasil pre test dan post test yang akan dilakukan di akhir program.
Dalam program percontohan Sekolah Sehat Generasi Maju, Program Edukasi Gizi, Kesehatan, dan Pola Asuh Sekolah Dasar hadir untuk mendukung semua pilar 3S Kampanye Sekolah Sehat, yaitu Sehat Bergizi, Sehat Fisik dan Sehat Imunisasi.
Sampahku Tanggungjawabku
Program Sampahku Tanggung Jawabku (SAMTAKu) adalah edukasi integrasi pengelolaan sampah bertanggung jawab di sekolah untuk mengurangi dan mengelolaan sampah dari sejak awal oleh siswa. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kebiasaan praktek bertanggung jawab siswa dalam pengelolaan sampah makanan di sekolah, sehingga dapat terbangunnya pengelolaan sampah di sekolah yang terintegrasi. Program ini juga merupakan bentuk komitmen bersama untuk mendukung Gerakan Indonesia Bersih yang bertujuan mengurangi sampah hingga 30% dan pengelolaan 70% pada tahun 2025.
Program ini dijalankan Danone-AQUA yang bermitra dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves), Universitas Indonesia, serta Yayasan Lentera Anak. Sejak diluncurkan pada 2019 lalu, secara keseluruhan total edukasi yang menggunakan SAMTAKu sudah menjangkau 49,083,399 orang.
Program SAMTAKu akan kembali dijalankan di 50 SD bersama dengan Program Warung Anak Sehat dan Program Edukasi Gizi, Kesehatan, dan Pola Asuh Sekolah Dasar untuk mendukung Kampanye Sekolah Sehat. Program ini akan dijalankan dengan menggunakan modul edukasi Buku Pengayaan Pembelajaran tentang Pengelolaan Sampah untuk Guru Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah bertema “Sampahku Tanggung Jawabku” yang selanjutnya akan diadakanlah pelatihan guru dalam bentuk Training of Trainers (ToT). Melalui program ini diharapankan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru untuk mengedukasi anak-anak didiknya agar bertanggung jawab atas sampah yang mereka hasilkan. Juga agar mereka mengetahui cara memilah dan mengelola sampah dengan baik guna memastikan alam tetap terjaga keberlanjutannya.
Dalam program percontohan Sekolah Sehat Generasi Maju, program Sampahku Tanggung Jawabku hadir untuk mendukung pilar Sehat Fisik. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















