“Saya tadi mau nemuin kasatlantas tetapi tidak diperkenankan, ditanya sama anggotanya, ibu sudah ada janji? Saya bilang belum, lalu petugas itu bilang ‘saya telpon pak kasatlantas dulu ya bu’, tetapi ternyata pak kasatlantas tidak ada,” sambung dia.

Dia lantas menyebut anaknya 13 kali tidak lulus ujian praktik pembuatan SIM karena skema di lintasan yang diterapkan di Satlantas Gresik masih dinilai sulit. Ibu-ibu itu juga menyinggung ucapan kapolri yang menyindir lulus ujian praktik SIM bisa jadi pemain sirkus.

BACA JUGA :  Kasus Anak Tewas Diterkam Anjing di Jasinga Masuki Babak Baru, Polisi Sebut Permohonan Damai Tak Hentikan Proses Hukum

“Anak saya ini sudah 13 kali pak, saya tidak mau anak saya jadi pemain sirkus setelah lulus uji SIM, ternyata imbauan kapolri kemarin tidak dipakai pak, aturannya masih sulit,” bebernya.

Bahkan, Marita sempat meluapkan emosi saat berada di kantor Satlantas Gresik. Namun diredam oleh petugas. “Tadi saya ngamuk-ngamuk di sana, akhirnya diredam oleh petugas. Saya ketemu dengan Pak Candra, di situ beliau mencoba untuk mendinginkan saya dan mencari solusi terbaik. Ternyata punya suami saya yang semula juga dipersulit akhirnya diterbitkan, jangan seperti ini dong pak,” ucapnya dengan nada meluap-luap.

BACA JUGA :  Kolombia Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026, Portugal Tempel Ketat di Grup K

Atas peristiwa yang terjadi, Marita meminta agar imbauan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera ditindaklanjuti dengan mengesahkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang terkait regulasi skema ujian pembuatan SIM. Tujuannya, agar aturan di bawah tidak menyulitkan masyarakat. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================