
Dalam hal itu, Ia menyebut, IPB University punya rekam jejak di bidang penelitian. Sedikitnya ada 1800 penelitian di bidang kesehatan yang telah dilakukan atau nomor 2 terbesar setelah pangan.
Sementara itu, Wakil Rektor IPB University Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Deni Noviana menambahkan, dari total sebanyak 50 kuota mahasiswa kedokteran, tahun ini pihaknya hanya membuka jalur masuk melalui seleksi mandiri atau SM-IPB.
“IPB mengalokasikan 20 persen kuota untuk mahasiswa dengan latar belakang ekonomi tidak mampu yang memenuhi syarat nilai,” terangnya.
Ia menjelaskan, secara umum komposisi sebaran mahasiswa IPB University terdistribusi secara merata di 35 provinsi. Dari komposisi itu, sebanyak 40 persen merupakan penerima beasiswa.
Beasiswa IPB University, sambung Deni, secara umum terbagi menjadi dua, berdasarkan prestasi dan berdasarkan latar belakang ekonomi. Kuota 20 persen tersebut merupakan amanat undang-undang, setiap warga berhak mendapat akses pendidikan.
Pemberian beasiswa berasal berbagai sumber pendanaan. Salah satu programnya adalah Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) yang memberikan prioritas kepada mahasiswa tidak mampu dan berlaku secara nasional.
“Selain itu, IPB University juga banyak bermitra dengan donatur pemberi beasiswa, seperti pemerintah daerah dan instansi swasta dari dalam dan luar negeri. Hingga kini ada sekira 63 lembaga donatur dengan total nilai 112 miliar untuk beasiswa. Kami juga memiliki skema pencicilan UKT agar meringankan mahasiswa,” tukas Deni.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News















