Penularan virus calici antarkucing, yaitu melalui lendir hidung, lendir mata, penggunaan litterbox dan tempat makan yang sama, hingga udara lingkungan yang sudah terkontaminasi virus. Virus ini dapat menular dengan cepat dan rentan pada kucing yang belum divaksin.

Gejala penyakit calici antara lain mata berair, gangguan pernapasan, tidak nafsu makan, luka pada mulut, dan mata berair. Pada kasus calici yang parah, penyakit inidapat menyebabkan hepatitis, pneumonia, hingga pendarahan.

  1. Feline Immunodefisiensi Virus

Dibanding yang lainnya, Feline Immunodefisiensi Virus (FIV) termasuk jenis virus yang lambat. Hampir bersifat seperti HIV pada manusia, gejalanya bisa tak terlihat setelah beberapa tahun setelah terinfeksi dan menyerang kekebalan tubuh kucing.

Penularan penyakit pada kucing ini melalui luka gigitan. Sedangkan kontak biasa seperti tempat makan atau litterbox yang berbarengan nggak memberikan risiko penularan yang signifikan.

BACA JUGA :  Jangan Selalu Dipilihkan, Ini Manfaat Anak Menentukan Pakaiannya Sendiri

Kucing yang tekrena FIV akan rentan terhadap penyakit, seperti radang gusi, penyakit kulit, pembesaran kelenjar getah bening, berat badan turun, anemia, diare, hingga kanker. Untuk pencegahannya, lakukanlah vaksinasi saat kucing berusia minimal 8 minggu dan jagalah di dalam rumah.

  1. Chlamydophilosis

Bagi pemilik kitten, kamu harus waspada dengan penyakit kucing mematikan ini! Bakteri Chlamydiasis biasanya mudah menyerang anak kucing yang berusia 5-12 minggu.

Anak kucing yang terkena chlamydiasis akan menunjukkan gejala demam, mata meradang, bersin-bersin, hidung berair, dan hilang nafsu makan. Infeksi mata pun dapat bertambah parah dalam dua bulan dan bisa menular ke kucing lainnya jika tak segera diobati.

Pengobata untuk penyakit pada kucing ini juga membutuhkan waktu cukup lama, yaitu 3-4 minggu. Pada kasus yang parah, jiak tak kunjung sembuh maka harus dilakukan operasi pengangkatan bola mata.

  1. Rabies
BACA JUGA :  Mengapa Dajjal Tidak Disebutkan Secara Langsung dalam Al-Qur’an?

Penyakit pada kucing yang mematikan terakhir ini merupakan salah satu yang juga paling berbahaya. Rabies bahkan tak hanya dapat menular ke sesama kucing atau hewan, tapi juga manusia.

Penyebaran penyakit ini melali gigitan hewan liar yang kemudian dapat menyerang saraf. Penyakit ini bergerak cukup lambat dan dapat berkembang biak di sistem tubuh kucing selama 2-5 minggu.

Gejala rabies pada kucing antara lain berliur, demam, penurunan berat badan, perilaku aneh, konjungtivitis, kerap menguap, hingga depresi. Untuk menghindari penyakit rabies, penting bagi pemiliki kucing untuk melakukan vakisinasi dan menjaganya dari hewan liar lainnya. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

 

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================