
“Ini adalah pertama kalinya dalam lebih dari 100 tahun Jambore Pramuka Sedunia, kami harus menghadapi tantangan yang begitu kompleks,” ujar Ahmad Alhendawi, sekretaris jenderal Organisasi Gerakan Pramuka Sedunia.
“Sangat mengecewakan bahwa kondisi cuaca buruk ini telah memaksa kami untuk mengubah rencana kami,” kata Alhendawi.
Badai Tropis Khanun telah melintasi pulau-pulau di barat daya Jepang selama lebih dari seminggu, menurunkan hujan lebat, memadamkan listrik, dan merusak rumah-rumah.
Pada Selasa pagi, badai tersebut berpusat 350 km (217 mil) di selatan Kagoshima, sebuah kota di ujung barat daya pulau Kyushu, pulau utama di bagian selatan Jepang.
Khanun memiliki kecepatan angin 108 km/jam (67 mph) dengan hembusan hingga 144 km/jam (89 mph) dan bergerak perlahan ke arah utara, demikian ungkap Badan Meteorologi Jepang.
Badan cuaca Korea Selatan, yang mengukur badai dengan kekuatan topan 126km/jam (78 mph), memperkirakan badai tersebut akan sedikit menguat sebelum mendarat di Semenanjung Korea pada hari Kamis pagi.
Khanun diperkirakan akan membawa angin kencang dan hujan lebat ke Korea Selatan dari hari Rabu hingga Jumat. Kementerian keselamatan Korea Selatan menginstruksikan pejabat setempat untuk bersiap menutup daerah pesisir, jalur pendakian, taman sungai, terowongan bawah tanah, dan tempat-tempat lain yang rentan terhadap banjir. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















