Jambore Pramuka Dunia
Ribuan peserta Jambore Pramuka Dunia di Korea Selatan dievakuasi imbas ramalan badai tropis. Foto : Anthony Wallace.

BOGOR-TODAY.COM – Ribuan peserta Jambore Pramuka Dunia di Korea Selatan dievakuasi imbas ramalan badai tropis seperti hujan lebat dan angin kencang

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tercatat ada kurang lebih 36.000 anggota pramuka dari berbagai dunia menghadiri jambore pramuka yang digelar di Buan, sebuah daerah di pantai barat daya Korea Selatan, dan dihadiri oleh para peserta dari 156 negara.

Pengumuman evakuasi muncul setelah Organisasi Gerakan Pramuka Dunia mengatakan bahwa mereka meminta Korea Selatan untuk segera memindahkan para pramuka dari jalur badai dan menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk para peserta sampai mereka kembali ke negara asal mereka.

Kantor Berita Yonhap Korea Selatan menerbitkan foto-foto bus merah yang mengangkut para pramuka ke tempat yang aman menjelang kedatangan “topan yang kuat”

Sebagian besar anggota pramuka akan ditampung di Seoul dan wilayah metropolitan ibu kota, di mana para pejabat telah menyediakan asrama universitas, pusat pelatihan pemerintah dan perusahaan, serta hotel. Pramuka adalah gerakan pemuda di seluruh dunia yang menekankan pada kegiatan praktis di luar ruangan seperti berkemah dan mendaki gunung.

Jambore dimulai pada hari Rabu lalu di lokasi perkemahan, yang terletak di daratan yang direklamasi dari laut, dan ratusan peserta telah dirawat karena penyakit yang berhubungan dengan panas selama salah satu musim panas terpanas di Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir.

BACA JUGA :  Kamar Mandi Sudah Dibersihkan Tapi Masih Bau? Ini 5 Penyebab yang Sering Tidak Disadari

Kekhawatiran telah muncul sebelumnya tentang jumlah anak muda yang begitu banyak di daerah yang luas dan tidak memiliki pepohonan yang tidak memiliki perlindungan dari panasnya musim panas. Penyelenggara mengatakan bahwa perkemahan tersebut tidak akan digunakan untuk acara apa pun setelah Pramuka pulang.

Suhu yang panas telah memaksa ribuan pramuka dari Inggris dan Amerika Serikat untuk meninggalkan lokasi tersebut. Pramuka Inggris – sekitar 4.500 – dipindahkan ke hotel-hotel di Seoul sementara pramuka Amerika Serikat, yang berjumlah sekitar 1.000 orang, dipindahkan ke Camp Humphreys, sebuah pangkalan militer utama Amerika Serikat yang berjarak 70 km (45 mil) di sebelah selatan Seoul.

“Ini adalah pertama kalinya dalam lebih dari 100 tahun Jambore Pramuka Sedunia, kami harus menghadapi tantangan yang begitu kompleks,” ujar Ahmad Alhendawi, sekretaris jenderal Organisasi Gerakan Pramuka Sedunia.

“Sangat mengecewakan bahwa kondisi cuaca buruk ini telah memaksa kami untuk mengubah rencana kami,” kata Alhendawi.

BACA JUGA :  Netanyahu Tegaskan Israel Akan Hentikan Ancaman Iran, Sebut Rezim Teheran Tak Akan Bertahan

Badai Tropis Khanun telah melintasi pulau-pulau di barat daya Jepang selama lebih dari seminggu, menurunkan hujan lebat, memadamkan listrik, dan merusak rumah-rumah.

Pada Selasa pagi, badai tersebut berpusat 350 km (217 mil) di selatan Kagoshima, sebuah kota di ujung barat daya pulau Kyushu, pulau utama di bagian selatan Jepang.

Khanun memiliki kecepatan angin 108 km/jam (67 mph) dengan hembusan hingga 144 km/jam (89 mph) dan bergerak perlahan ke arah utara, demikian ungkap Badan Meteorologi Jepang.

Badan cuaca Korea Selatan, yang mengukur badai dengan kekuatan topan 126km/jam (78 mph), memperkirakan badai tersebut akan sedikit menguat sebelum mendarat di Semenanjung Korea pada hari Kamis pagi.

Khanun diperkirakan akan membawa angin kencang dan hujan lebat ke Korea Selatan dari hari Rabu hingga Jumat. Kementerian keselamatan Korea Selatan menginstruksikan pejabat setempat untuk bersiap menutup daerah pesisir, jalur pendakian, taman sungai, terowongan bawah tanah, dan tempat-tempat lain yang rentan terhadap banjir. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================