
Moeldoko pun mencontohkan pengelolaan sagu di Pabrik Bangka Asindo Agri. Di mana selain bisa menjadi bahan pangan, sisa produksi sagu juga diolah menjadi energi alternatif bahkan pakan untuk sapi.
“Jika mengelola sagu dengan benar, penggunaan bahan baku produksi, sampah, emisi, dan energi terbuang dapat diminimalisir. Di Pabrik ini sagu bisa jadi tepung, mie instan, energi alternatif bahkan pangan untuk sapi,” jelasnya.
Moeldoko berharap deklarasi sagu sebagai bahan pangan berkelanjutan di Bangka Belitung tidak hanya di atas kertas.
Melainkan ada komitmen dan aksi nyata dari pemerintah daerah dan seluruh stakeholder untuk mempercepat sagu sebagai alternatif pangan berkelanjutan.
“Sagu memiliki banyak manfaat sehingga perlu disosialisasikan agar menjadi komoditi pangan alternatif yang perlu dipertimbangkan oleh konsumen dan produsen,” pungkasnya.
Pada kesempatan itu, Moeldoko juga melakukan penanaman pohon sagu di kampung reklamasi PT Timah Tbk, di desa Air Jangkang, kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.
Tahap awal dilakukan penanaman 300 batang sagu. Rencananya lahan bekas tambang tersebut akan ditanami 1 juta pohon rumbia yang menghasilkan sagu ini. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















