Jika pihaknya memiliki kewenangan untuk mengatasi permasalahan ini, ia pun tak segan untuk menutup pabrik-pabrik yang membuang limbah ke aliran sungai Cileungsi.

“Kalau kami pihak DPRD punya kewenangan buat menutup kami tutup. Kan sudah jelas ada pabriknya, kalau pabriknya susah salurannya kan ada 5 pabrik. Lima lima nya tutup dulu,” tutup Rudy.

Dikabarkan sebelumnya, air Kali Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat kembali menghitam lantaran adanya pencemaran limbah pabrik selama sepekan terakhir.

BACA JUGA :  Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Resmi Kuasai Mayoritas Saham VISI, Investasi Capai Rp178 Miliar

Warga Wanaherang, Gunung Putri yang enggan disebutkan namanya menyebut, kali Cileungsi menghitam sudah terjadi sejak satu pekan terakhir. Ia mengaku geram karena terus menerus mencium bau busuk.

Bahkan, kata dia sejumlah ikan yang berada di sungai tersebut mati karena tak bisa bertahan hidup di aliran sungai ini.

“Kurang lebih sudah seminggu ya hitam begini, bau biasanya muncul pukul 04.00-05.00 subuh. Baunya gitu sampai ke jalan dan yang sudah-sudah ya dari limbah pabrik ya. Dinas Lingkungan Hidup turun sampai kementerian juga, tetapi tidak pernah habis ya limbah pabrik dibuang ke sungai,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Bupati Bogor Raih Penghargaan Nasional atas Keberhasilan Infrastruktur dan Konektivitas Daerah

Dirinya berharap, perusahaan pabrik-pabrik yang berada di hulu untuk tidak membuang limbah ke sungai.

“Ya harapannya pabrik-pabrik jangan sampai buang ke kali. Sayangi kali kita,” tuntasnya.***

Penulis : Mutia Dheza Cantika

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================