Ada Aroma Tak Sedap Pengadaan Lahan SMPN 4 Citeureup Seharga Rp 17,5 Miliar Di Kolong Sutet

SINWAN
Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GN-PK) Sinwan MZ. (FOTO : IST)

BOGOR-TODAY.COMNafsu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang akan membeli lahan seluas kurang lebih 7000 meter persegi seharga Rp17,5 miliar tercium bau tak sedap.

Pasalnya, lahan yang rencananya akan dibangun gedung SMPN 4 Citeureup itu berada di bawah saluran udara tegangan ekstra tinggi (Sutet), namun Pemkab Bogor dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, kekeh akan membeli lahan tersebut.

“Sebelum membeli harus dilakukan uji kelayakan. Kalau ini mah jelas tidak layak membangun gedung sekolah di bawah Sutet. Siapa yang bertanggungjawab jika suatu hari ada hal buruk menimpa siswa,” ujar Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GN-PK) Sinwan MZ.

BACA JUGA :  HGB Kedaluwarsa Sejak 2017, Petani Geruduk BPN Kabupaten Bogor

Sebagai senior aktivis, Sinwan menilai rencana pembelian lahan di bawah Sutet sebesar Rp 17,5 miliar tidak efektif dan terlalu politis.

“Di Citeureup itukan sudah ada SMPN 1, 2, 3 dan 4 kenapa masih menjadi skala prioritas. Berbanding terbalik di daerah saya Ciampea baru ada satu SMPN 1 doang,” kata pria yang akrab disapa Kanda Sinwan.

Sudah bertahun – tahun masyarakat Ciampea mengajukan pembangunan SMPN 2 Ciampea, dan selalu dibahas dalam Musrenbang kecamatan, namun ditolak Pemkab Bogor dengan alasan tidak memiliki anggaran.

BACA JUGA :  Timnas Indonesia U-19 Hadapi Timor Leste Malam Ini, Garuda Muda Incar Tiket Semifinal AFF U-19 2026

Padahal, masyarakat Ciampea sudah menyiapkan lahan fasos fasum gratis tinggal membangun gedungnya saja.

“Kepala Dinas pendidikan sudah tahu persoalan itu, karena beliau 5 tahun jadi camat di Ciampea, harusnya belaiu lebih paham mana yang lebih urgen. Tapi kenapa malah menyetujui pembelian lahan di bawah Sutet Rp 17,5 miliar untuk SMPN 4 Citeureup, ada apa ini,” tanya Sinwan.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================